logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Mei 2004 OLAHRAGA
Line

Kecamatan Jepara Kota Juara

SEMARANG-Ambisi Jepara Kota untuk memboyong Piala Megawati Soekarnoputri akhirnya terwujud. Dalam partai final turnamen sepak bola antarkecamatan se-Jawa Tengah yang dilangsungkan di Stadion Jatidiri, Minggu (30/5) sore kemarin, mereka menang telak 3-1 atas Sukoharjo.

Gol-gol Jepara Kota dihasilkan oleh Wahyudi pada menit ke-25, Haryanto pada menit ke-37, dan Heri Prayitno pada menit ke-56. Sedangkan gol semata wayang Sukoharjo dicetak oleh Purwanto pada menit ke-67.

Selain memperoleh trofi, sang juara juga memperoleh uang pembinaan Rp 40 juta dari panitia yang diserahkan Sekjen DPP PDI-P Sucipto. Runner-up mendapat trofi dan uang pembinaan Rp 30 juta, yang diserahkan oleh Ketua DPD PDI-P Jateng Murdoko.

Dua kesebelasan yang menduduki peringkat ketiga, Kebumen dan Karanganyar, memperoleh trofi dan uang pembinaan masing-masing Rp 15 juta yang diserahkan Ketua Pengda PSSI Jateng Sumaryoto.

''Turnamen ini diselenggarakan untuk menggalang kembali kebersamaan di masyarakat setelah kita semua melaksanakan pemilu legislatif, April lalu. Dengan demikian, ketegangan-ketegangan yang pernah terjadi bisa dilupakan,'' kata Sucipto seusai menyerahkan hadiah.

Jepara Kota memang tampil lebih baik. Bahkan, pada awal babak pertama lawannya demam panggung. Hal itu membuat permainan Sukoharjo tidak bisa berkembang.

Tentu saja keadaan itu tidak disia-siakan oleh anak-anak Jepara Kota, yang sebagian besar diperkuat oleh mantan pemain Persijap Yunior. Mereka terus mengurung pertahanan anak-anak asuhan Agus Supardi. Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25. Tendangan jarak jauh Wahyudi tidak dapat diantisipasi oleh kiper Agus.

Pertahanan Terlupakan

Gol tersebut membuat lawannya berupaya keras menyamakan kedudukan. Serangan pun terus mereka lancarkan. Karena terlalu bernafsu menyerang, daerah pertahanannya terlupakan. Tak heran, melalui serangan balik yang cepat, Haryanto menambah keunggulan pada menit ke-37. Kedudukan tersebut tidak berubah hingga akhir babak pertama.

Pada awal babak kedua Sukoharjo berbalik menguasai permainan. Anak-anak Kota Ukir dibuat kalang-kabut. Sayang penyelesaian akhir mereka kurang bagus, sehingga beberapa peluang emas gagal tercipta. Bahkan pada menit ke-56 gawangnya kembali kebobolan.

Hal itu tidak lepas dari lemahnya lini belakang. Lewat serangan balik yang cepat, anak-anak asuhan Punto Wiyono mampu menerobos pertahanan dan melesakkan bola ke dalam gawang Agus, 3-0. Namun, sebelas menit kemudian, Sukoharjo berhasil memperkecil kekalahan lewat gol yang dibuat Purwanto. Hingga wasit Waskito Bhekti dari Semarang meniup peluit panjang, kedudukan tetap 3-1.

''Pada babak pertama kami memang pegang kendali. Namun, di babak kedua pemain mulai capek, karena memainkan umpan-umpan panjang,'' ungkap Punto. ''Gantian lawan yang terus menekan kami. Meski demikian, itu tidak masalah. Yang penting kami bisa memenangi pertandingan sore ini.''

Agus Supardi mengakui kekalahan timnya secara kesatria. Dia melihat lawannya tampil lebih baik. Diakuinya, anak-anak asuhannya sedikit demam panggung pada babak pertama. Hal itu membuat permainan tidak bisa berkembang baik.

''Anak-anak bermain kurang maksimal. Tidak seperti biasanya mereka main seperti ini. Hal itu karena mereka sedikit demam panggung, sehingga tidak bisa tampil maksimal,'' katanya. (H13-22t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA