| Senin, 31 Mei 2004 | WACANA |
SURAT PEMBACALegislatif MaksimalisEntah karena niat atau terobsesi menjadi kaya para anggota DPR/DPRD (1999-2004) menjadi terasing dari tugas pengabdiannya memperjuangkan aspirasi rakyat. Akibatnya mereka mengakhiri masa jabatannya dengan nilai terpuruk prestasi dan prestisenya. Indikasinya antara lain: Pertama, di masyarakat terjadi perbedaan kekayaan yang tajam antara anggota Dewan dengan rakyat pada umumnya, khususnya yang miskin dan tersisih, sekaligus masyarakat ditaburi rasa ketidakadilan. Kedua, KKN budaya Orba berlanjut dilengkapi dengan mo-limo madat, minum, maling, main, madon yang merusak jiwa. Yang paling membahayakan dalam berbangsa dan bernegara adalah perekrutan SDM, perlengkapan dan alat negara dengan politik uang. Hal ini ibarat orang berpikir logis diawali dengan premis mayor yang tidak objektif maka sulit memperoleh konklusi objektif. Ketiga, hasil Pemilu parpol besar anjlok karena rakyat berpendapat merekalah yang paling bertanggung jawab sebagai panutan terjadinya hal-hal negatif. Rakyat berpaling ke parpol yang diharapkan bisa membawa perubahan maksimal. Dalam berdemokrasi, kritik rakyat kepada legislatif (1999-2004) terutama parpol besar adalah tepat. Bagi anggota Dewan yang masih bertahan, saya harap bertobat, tidak mengulang merekayasa perundangan, APBN, APBD dan hak mengawasi untuk memperkaya diri. Kepada semua parpol di legislatif saya ingatkan sejarah tidak hanya mengalir berturutan (kronologis) tetapi juga mengandung pengulangan pola yang sama. Karenanya jika pengasingan (alienasi) terhadap aspirasi rakyat terulang, rakyat pasti menganjlokkan perolehan suara dalam Pemilu 2009. Rakyat telah menderita sehingga menuntut legislatif dan presiden terpilih, tidak hanya minimalis mengikis habis KKN, mo-limo, rasa ketidakadilan dan yang negatif lain. Tetapi maksimalis, tercukupi kebutuhan fisik: sandang, pangan, papan dan istirahat serta kebutuhan rasa aman seperti yang ditunjukkan Abraham Maslow. FX Suparno Jl Sinarmulyo II/58, Semarang *** Surat untuk MAN 2 Saya mohon maaf bila unek-unek ini tidak berkenan di hati bapak yang berwenang memangku MAN 2 Semarang. Warga yang tinggal di timur sekolah tepatnya di Bangetayu Kulon RT 3/RW 2 mengetuk hati Bapak untuk menengok saat hujan datang. Air sungai meluap meleber ke pemukiman dan masuk ke rumah. Setiap hujan, saya mengontrol dan kerja bakti di sekitar sungai membersihkan sampah-sampah. Dengan demikian saya tahu penyebabnya yaitu sampah menumpuk di tikungan jembatan MAN 2. Sampah menyumbat di gorong-gorong jembatan sehingga air tidak bisa lancar. Sekali lagi saya mengetuk hati Bapak, tolong jembatannya ditinggikan dan diperlebar karena letaknya di tikungan. Tunjukkan sekolah ini peduli terhadap lingkungan. Saya merasa senang di Bangetayu Kulon memiliki MAN 2 dan akan lebih merasa bahagia bila mempunyai kepedulian terhadap lingkungan. Edy Suyoto Bangetayu Kulon Rt 3/Rw 2 Genuk, Semarang *** Genangan Rob Saya warga Pemkot Semarang ikut prihatin atas genangan rob yang selalu membuat kesulitan sebagian warga khususnya di wilayah Bandarharjo dan Kuningan, kawasan Pasar Johar seperti Jl Kolonel Sugijono, Jl Agus Salim dan Jl Pungkuran serta Jl Kaligawe (Suara Merdeka 19 Mei 2004). Tertarik dari konsep pakar hidrologi Undip Dr Ir Robert Johanes Kodoatie MEng yang mengatakan masalah rob bisa diatasi dengan membangun kolam-kolam retensi, Kali Semarang pun bisa dibuat kolam retensi. Hal itu perlu dikaji lebih mendalam. Semarang mempunyai dua sungai pengendali banjir, Sungai Banjirkanal Barat dan Sungai Banjirkanal Timur. Bila ada pemikiran memanfaatkan sungai-sungai tersebut sebagai kolam retensi, kemungkinan Pemkot terbentur biaya. Hal ini kiranya dapat diprogram menjadi jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Jadi ada langkah pasti, tidak sekadar wacana dalam rangka mengatasi genangan rob. Di era globalisasi banyak penawaran dana pembangunan yang bersifat lunak dari luar negeri. Cobalah melangkah mungkin pengembalian pinjaman tersebut bisa 20 tahun. Program jangka panjang, menimba ilmu di Belanda yang kotanya di bawah permukaan air laut. Sedang jangka pendek, menyedot/mengeruk lumpur sungai di Tanah Mas sampai Jembatan Mberok. Dan sungai anak cabang Sungai Banjirkanal Barat, setelah airnya cukup dapat dipakai untuk penggelontor guna membersihkan sisa-sisa sampah di sepanjang Sungai Semarang. Untuk keperluan program jangka pendek ini dapat dimintakan dana dari Pusat (APBN). Dengan demikian Kota Semarang akan menjadi bersih, indah dan warganya senantiasa tenteram tidak ada ancaman genangan rob lagi. E Koesno Soendojo SE Kompleks Dolog Rt 1/Rw 1 Tlogosari Wetan, Semarang *** Pemanfaatan TBRS Kawasan sekitar TBRS Semarang dinilai memiliki banyak potensi. Wilayahnya yang cukup luas dan terletak di jantung kota merupakan faktor pendukung pendayagunaan yang lebih bermanfaat. Ironisnya halaman yang cukup luas itu hanya dimanfaatkan para PKL sehingga halaman nampak tidak teratur dan kumuh. Di dalam pun sepertinya hanya taman luas tasnpa dimanfaatkan dan terlihat sampah berserakan. Setidaknya lahan luas tersebut dapat dijadikan sarana untuk menambah pendapatan Pemkot dengan memberikan fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan banyak masyarakat. Seperti yang terlihat, kawasan TBRS sekarang akan dibangun semacam taman bermain keluarga sebagai fasilitas umum. Diharapkan pihak yang terkait dapat menjadikan taman tersebut kelak akan tetap eksis keberadaannya, sehingga dana yang digunakan untuk membangun tidak sia-sia. Tidak seperti Taman Maerokoco dan Taman Majapahit yang nampaknya kini tidak lagi eksis. Misalnya ditambah fasilitas hiburan malam dengan menampilkan pagelaran budaya Jawa, seperti ketoprak, tari-tarian Jawa dan masih banyak lagi untuk mempertahankan khas budaya Jawa khususnya Jateng yang hampir luntur. Nur Eva R Jl Kawung 19, Tlogosari Semarang *** Tanggapan Perumnas Sehubungan tulisan di Surat Pembaca oleh Bpk Emil Johan 25 Mei 2004 berjudul "Perihal yang Salah Perumnas, PLN atau Masyarakat, tentang penyambungan listrik baru Perumnas Pucang Gading kami mohon maaf. Kami jelaskan sebagai berikut: Sesuai data administrasi kami, Bpk Emil Johan KPR BTN rumah Type RSS 21/60 yang terletak di Jl Kebon Rejo Barat V/20. Sesuai hasil pemeriksaan di lokasi, selama ini rumah tersebut dikosongkan dan belum pernah dimintakan permohonan sambungan listriknya ke Perum Perumnas. Mengingat salah satu persyaratan administrasi dari PT PLN, penyambungan baru harus ada surat pernyataan dari pemilik rumah yang tidak bisa diwakilkan maka kami mengharapkan kehadiran Bpk ke Kantor Perumnas Jalan Pucang Gading Raya 1-3 Demak untuk mengajukan permohonan sambungan listrik baru yang selanjutnya aan kami tindak lanjuti permohonan sambungannya ke PT PLN Ranting Semarang Timur. Perum Perumnas Cab Semarang II Manager Budi Santoso |