| Senin, 31 Mei 2004 | NASIONAL |
PKB Ancam Jatuhkan SanksiSEMARANG- Pengurus PKB, baik dari pusat sampai ranting yang terbukti ikut menjadi tim sukses capres-cawapres Mega-Hasyim, akan dikenai sanksi organisatoris. Penegasan ini disampaikan salah seorang Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar, semalam, seusai memberi pengarahan pada rapat koordinasi pimpinan DPC se-Jateng di Semarang. Menurut dia, untuk mempertegas dukungan PKB terhadap Wiranto-Gus Sholah, Kamis (3/6), para pengurus dan kiai se-Jateng akan bertatap muka dengan pasangan tersebut di Balai Diklat Srondol. Sementara itu di lapisan bawah PKB, sebagian besar kader partai itu mengaku kesulitan menentukan pilihan pasangan capres-cawapres. Fenomena itu semalam mengemuka dalam rapat dan diungkapkan oleh sebagian besar pimpinan DPC kepada Muhaimin Iskandar dan pimpinan DPW Jateng. Beberapa permasalahan yang diadukan itu di antaranya, massa yang nota bene sebagian besar merupakan massa PKB sudah tidak akur lagi dengan Partai Golkar sejak lama. Hal ini dirasakan betul oleh PAC PKB sehingga sebagian besar massa NU sulit diajak untuk mengikuti keputusan DPP. Wakil Ketua DPC Wonosobo, Ibnu Khotob menjelaskan, massa NU di wilayahnya sekarang terpecah menjadi dua. Tim sukses Hasyim Muzadi sudah membentuk tim lebih awal lewat NU. Sementara tim sukses PKB baru terbentuk, sehingga di lapangan berebut lahan yang sama. Muhaimin Iskandar menyadari munculnya permasalahan seperti itu. Bahkan muncul persoalan lain di dalam warga NU, yakni terdapat tiga pilihan. Yakni mendukung Gus Dur berarti ikut golput, atau ikut PKB yang mendukung Gus Sholah, atau mendukung Hasyim Muzadi yang nota bene sebelumnya Ketua Umum PBNU. Namun Muhaimin menegaskan, semua pengurus PKB harus mendukung pasangan Wiranto-Gus Sholah. Bagi yang tidak mendukung bisa dijatuhi sanksi organisatoris. Ketua DPW Jateng Hanif Muslich mengemukakan, pihaknya akan membentuk tim bersama berupa koalisi antara PKB dan Golkar untuk menyukseskan dukungan terhadap Wiranto-Gus Sholah. Koalisi ini akan diberlakukan sampai ke tingkat DPC. ''Ini sesuai juklak dari DPP. Sedangkan untuk sampai ke tingkat PAC belum dilakukan karena juklak tak ada.'' Menurutnya, dukungan terhadap pasangan tersebut merupakan dukungan mutlak meski Gus Dur menyatakan golput secara pribadi. Mengenai masih adanya lapisan bawah yang tidak akur dengan Golkar, mereka akan dijelaskan bahwa koalisi ini bukan koalisi partai, melainkan koalisi pencalonan capres dan cawapres. Menyinggung target perolehan dia optimis akan memperoleh dukungan sedikitnya 85 % massa NU. Terhadap kemungkinan terjadinya benturan massa di lapisan bawah, dia mengemukakan, pihaknya sudah melakukan pembicaraan teknis antara PKB dan NU sehingga tidak mungkin terjadi benturan. ''Kiai dan NU memberi pengarahan bahwa persoalan politik tidak diselesaikan dengan adu fisik.''(H1,G17,Wid-33) |