logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Mei 2004 MURIA
Line

Pendangkalan Embung Banyukuwung Cukup Tinggi

REMBANG -Embung raksasa Banyukuwung yang kini menjadi andalan sebagian besar warga Kaliori dan Rembang bagian barat, khususnya menyangkut penyediaan air bersih, mengalami pendangkalan secara berkelanjutan.

"Tingkat endapan lumpur di Embung Banyukuwung cukup tinggi. Rata-rata setiap tahunnya mencapai 56.000 m3," kata Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Drs Leo Maryono kemarin.

Dia menjelaskan usia Embung Banyukuwung sudah 8 tahun, karena dibangun pada tahun 1996. Berarti lumpur yang menumpuk di embung tersebut mencapai sekitar 56.000 m3 x 8 tahun = 448.000 m3.

Dengan adanya proses pendangkalan itu, secara otomatis jumlah air embung menjadi berkurang.

"Kalau tingkat endapan selama 8 tahun sebesar 448.000 m3, maka pada kurun waktu yang sama jumlah air yang hilang besarnya sama dengan tingkat endapan lumpurnya," kata Direktur PDAM itu.

Menurut Leo, terjadinya proses pengendapan lumpur tersebut diperparah oleh rusaknya hutan di sekitar embung akibat penjarahan hutan yang tak pernah berhenti.

Leo menjelaskan, kalau hutannya gundul sangat memungkinkan terjadi tanah longsor. Itulah sebabnya, bila turun hujan tanah tersebut dengan mudah terbawa arus yang akhirnya masuk embung.

Untuk memperkecil dana perawatan embung harus dengan membeli mesin pengeruk sendiri. Tetapi untuk membeli mesin pengeruk harus didukung dana APBD.(jl-85)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA