| Senin, 31 Mei 2004 | SEMARANG |
Tiga Orang Tersengat Listrik, Satu TewasSALATIGA - Seorang tewas dan dua lainnya luka-luka akibat tersengat aliran listrik, Minggu (30/5) sekitar pukul 14.00. Mereka mengalami musibah ketika bermaksud memasang tratag (tenda untuk keperluan perhelatan-Red) di rumah keluarga Kepala Kelurahan Tengaran Kabupaten Semarang H Yuhri. Seorang meninggal dunia bernama Paimin Partono (45) yang sehari-hari menjadi Ketua RT 24 RW 5 Dukuh Cabeankulon. Dua korban yang mengalami luka-luka adalah Jumeri (30) dan Khusri (40). Ketiganya masih satu keluarga. Kejadian itu bermula ketika ketiga korban dan sejumlah warga setempat membantu H Yuhri, yang akan menyelenggarakan selamatan cucunya yang akan diisi pengajian oleh seorang kiai. Kegiatan itu akan dimulai pukul 19.00. Saat akan memasang tiang besi penyangga tratag, Paimin Partono tanpa sengaja menyentuh kabel listrik jaringan PT PLN. Seketika itu pula, batangan besi yang menyentuh kabel listrik menimbulkan bunyi ledakan yang cukup keras. Aliran listrik seketika padam. Ledakan itu terdengar hingga radius sekitar 1 km. "Saya mendengar ledakan tersebut ketika sedang piket," tutur Subadi yang mengaku bekerja di kompleks pertanian Tengaran. Jarak antara kompleks pertanian dan tempat kejadian sekitar 1 km. Terlempar Dia tak menyangka kalau bunyi ledakan tersebut akibat hubungan arus pendek di kediaman keluarga H Yuhri. Akibat ledakan, tubuh Paimin Partono terlempar hingga beberapa meter. Pada saat itu, Jumaeri dan Khusri juga mengalami hal yang sama. Tetapi keduanya hanya mengalami luka-luka. Seketika itu juga ketiga korban dilarikan ke RSUD Salatiga. Namun, sebelum mendapat perawatan dokter jaga, dr Sri Bengawan, Paimin Partono meninggal. Dokter itu menyatakan tidak menemukan sedikit pun luka bakar di tubuh korban. "Yang kena jantungnya," katanya. Kapolres Semarang AKBP Drs Agus Sukamso MSi mengemukakan, anggotanya masih menyelidiki kasus tersebut. "Tim sudah melakukan olah TKP. Kami tetap melakukan penyidikan," kata Kapolres. (A2-84k) |