| Senin, 31 Mei 2004 | SEMARANG |
Beberapa Pos Anggaran Alami PembengkakanBALAI KOTA- Beberapa pos anggaran dalam perubahan APBD 2004 Kota Semarang mengalami pembengkakan. Akibatnya, defisit anggaran pada perubahan APBD pun ikut membengkak 202,93 %. Seperti yang tercantum dalam Laporan Rencana Perubahan APBD 2004 Kota Semarang, beberapa pos yang diusulkan mengalami pembengkakan itu di antaranya anggaran komunikasi pemerintahan, bantuan operasional sekretariat KPU. Kemudian, pemasangan lampu dan meterisasi lampu penerangan jalan, beasiswa dan penuntasan buta aksara, serta pembuatan buku wajib bahan ajar. Pada biaya komunikasi pemerintahan, pada APBD 2004 murni (awal anggaran) dialokasikan anggaran sebesar Rp 9.355.000.000. Namun dalam perubahan APBD kali ini pengalokasian untuk pos tersebut naik menjadi Rp 16.455.000.000, sehingga terjadi kenaikan sebesar Rp 7,1 miliar. Lalu, pada anggaran bantuan operasional sekretariat KPU juga terjadi kenaikan. Sebelumnya, pada awal anggaran hanya diajukan Rp 1.769.810.000. Namun dalam perubahan ini anggaran tersebut naik menjadi Rp 4.605.904.000, atau naik Rp 2.836.094.000. Sedangkan pada anggaran pemasangan lampu dan meterisasi lampu penerangan jalan, alokasi anggaran diusulkan naik Rp 1,7 miliar. Pada APBD 2004 murni, anggaran bagi pos itu Rp 4 miliar, namun dalam perubahan tersebut diusulkan naik menjadi Rp 5,7 miliar. Kenaikan yang cukup signifikan terjadi pada alokasi dana beasiswa murid SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK yang mencapai Rp 20 miliar. Pada APBD 2004 murni anggaran yang disediakan Rp 20 miliar, sedangkan pada perubahan APBD ini ditambah menjadi Rp 40 miliar. Alokasi dana untuk pembuatan buku wajib bahan ajar juga mengalami kenaikan. Pada awal anggaran untuk kepentingan itu dialokasikan dana Rp 2 miliar. Sekarang diusulkan ditambah menjadi Rp 3 miliar, sehingga ada kenaikan Rp 1 miliar. Kenaikan defisit tersebut, selain karena adanya kenaikan yang sebelumnya dianggarkan pada awal anggaran, juga adanya alokasi anggaran baru pada perubahan ini. Seperti pada anggaran penanggulangan banjir dan rob di Kali Banger, yang diusulkan Rp 51 miliar. Menanggapi kenaikan itu, Ketua Komisi C (membidangi anggaran) DPRD Kota Semarang, Drs Fatkhur Rahman menjelaskan, usulan-usulan yang disampaikan eksekutif tersebut tidak banyak berubah sampai saat ini, sehingga pada Sidang Paripurna DPRD nanti kemungkinan menyetujui usulan anggaran itu.(G17,H1-45) |