| Senin, 31 Mei 2004 | KEDU & DIY |
LERENG MERAPIMM Desak Presiden Minta MaafYOGYAKARTA- Majelis Mujahidin mendesak Presiden Megawati meminta maaf kepada segenap rakyat Indonesia karena pernyataannya tentang pengajaran agama beberapa waktu lalu. Menurut penuturan Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Irfan S Awwas, Presiden di hadapan peserta Rakernas Depag menyatakan pengajaran agama melahirkan insan fanatik. Dia menilai, pernyataan tersebut memojokkan umat Islam dan Presiden harus mencabutnya.(D19-90j) Pameran Buku Penerbit Djambatan YOGYAKARTA- Berbagai acara digelar dalam rangka peringatan 50 tahun penerbit PT Djambatan. Pada 2-6 Juni akan berlangsung pameran buku, 3 Juni diskusi tentang Romo Mangun, 4 Juni peluncuran buku Orba Jatuh, Orba Bertahan? karya Jeffrey A Winters, 5 Juni lomba cerdas cermat, serta 6 Juni lomba cerita anak. Kegiatan tersebut dipusatkan di Purna Budaya, Bulaksumur, Yogyakarta.(D19-90j) Bermain Sandiwara Boneka YOGYAKARTA- Bermain, menurut penjelasan humas Dagadu Djokdja Jullya Vignecara, merupakan metode belajar yang efektif. Kreativitas, kemampuan bahasa, materi akademis, nilai-nilai dasar moral dapat ditanamkan melalui permainan. Karena itu, Klab Bocah Djokdja, Minggu (30/5) menggelar kegiatan bertajuk ''Bermain Sandiwara Boneka'' di pelataran Unit Gawat Dagadu Jalan Pakuningratan 15. Kegiatan terbuka untuk umum dan gratis terutama bagi anak-anak usia 4-8 tahun.(D19-90j) PUBM Selenggarakan Doa Syukur MAGELANG-Paguyuban Umat Beriman Magelang (PUBM) yang beranggota tokoh dan umat Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, Konghucu, aliran kepercayaan, dan lain-lain, kemarin, berdoa bersama di Gedung Pertemuan Mandala. Ketua panitia Paul Chandra Wesi Aji menyatakan kegiatan itu sebagai ungkapan syukur atas kesuksesan pemilihan legislatif 5 April. ''Kami berharap pemilihan presiden dan wakil presiden 5 Juli juga aman dan lancar,'' tutur dia. Doa syukur disampaikan bergantian oleh pemuka setiap agama dan kepercayaan. (P60-90) |