| Senin, 31 Mei 2004 | KEDU & DIY |
Dasumi Tewas Murni Bunuh DiriKEBUMEN - Perut Dasumi (52), warga Dusun Kedungsemut, Desa Kalirancang, Kecamatan Alian, Kebumen, tergores sehingga usus besarnya keluar. Namun perempuan itu tewas akibat bunuh diri dan tak ada indikasi penganiayaan. ''Saksi yang melihat hanya sang istri. Kasus ini murni bunuh diri dan bukan pembunuhan,'' kata Kepala Desa Kalirancang, Winarto (45). Dia mengakui tak ada yang melihat persis saat Dasumi menggores perut dengan sebilah sabit. Bahkan setelah usus besarnya keluar masih ditusuk-tusuk sehingga ada bagian yang terpisah dan dimasukkan ke plastik. Dia meminta informasi dari keluarga korban dan para tetangga. Ada dugaan kuat, Dasumi menderita penyakit menahun. Setiap kali kambuh lelaki ini sering bepergian sendiri, tidur di kuburan, dan jadi pendiam. Dia segera dilarikan para tetangganya ke RSU PKU Muhammadiyah Gombong. Namun dua jam kemudian dia meninggal. Mengeluh Winarto didampingi aparat Polsek Alian menyatakan dalam kondisi normal Dasumi biasa bekerja. Bahkan baru dua bulan lalu dia pulang dari Jakarta. Kabarnya dia bekerja sebagai tukang potong ayam di rumah makan. Ketika bertemu tetangga dia mengeluh sakit dan tak sembuh-sembuh. Dia juga meminta maaf ke para famili dan tetangga. Bunuh diri di dusun terpencil Desa Kalirancang, Jumat (28/5) petang itu, membuat kalang kabut aparat polsek dan koramil. Apalagi kejadian itu tak dilaporkan ke kepolisian. Sementara itu, Polres Kebumen memastikan mayat lelaki yang diduga bunuh diri dan ditemukan tewas di tengah sawah di Desa Ngasinan, Kecamatan Mirit, belum lama ini, adalah Puji Hartono (16). Dia warga Desa Roworejo, Kecamatan Grabag, Purworejo. Bocah itu terjatuh dari tiang listrik PLN berketinggian sekitar 20 m pada malam hari. Pada mayat itu tak ada kartu identitas. Karena itulah warga yang menemukan keesokan hari menguburkannya di Desa Ngasinan. Sehari kemudian, keluarganya dari Desa Roworejo melacak. Ternyata itu mayat Puji Hartono, siswa kelas VI SD, yang menghilang sejak tiga hari sebelumnya. Diduga Puji juga menderita sakit menahun.(B3-86) |