| Senin, 31 Mei 2004 | INTERNASIONAL |
Tujuh Tewas di Galangan SingapuraSINGAPURA - Lima warga India dan dua Malaysia tewas dalam insiden kebakaran sebuah kapal minyak di galangan kapal Singapura, kata perusahaan konglomerat terbesar kedua Singapura, Keppel Corp (KPLM.SI), Sabtu. Peristiwa itu merupakan kecelakaan industri fatal ketiga di negara tersebut - yang melaksanakan aturan keselamatan dan kesehatan ketat - dalam lima pekan terakhir. Pada 20 April lalu, sebuah jalan raya di atas proyek rel kereta api bawah tanah runtuh, menewaskan empat pekerja. Sepekan kemudian, dua pekerja tewas dan 29 lainnya terluka ketika sebuah balok penopang baja roboh menimpa pondasi sebuah kantor yang sedang dibangun. Sabtu pukul 13.00 waktu setempat (12.00 WIB), kebakaran terjadi di salah satu kompartemen Almudaina, kapal minyak yang terdaftar di Portugal, namun segera dapat dipadamkan oleh para petugas Keppel Shipyard. Ketujuh orang yang tewas adalah pekerja kontrak untuk perusahaan Wah Soon Marine Pte Ltd. ''Kami bekerja sama dengan pemerintah untuk menentukan sebab-sebab kebakaran tersebut,'' kata Nelson Yeo, direktur eksekutif Keppel Shipyard, dalam sebuah pernyataan. Televisi pemerintah melaporkan, sejumlah pekerja sedang melakukan pengelasan ketika kebakaran terjadi. Seorang pekerja terlempar keluar dari kompartemen. Para petugas pertahanan sipil memerlukan waktu enam jam untuk menemukan mayat-mayat lain. Operasi penyelamatan terganggu oleh sengatan panas dan kegelapan di dalam galangan tersebut. (ant-30) |