| Senin, 31 Mei 2004 | INTERNASIONAL |
Talib Serukan JihadKABUL - Empat tentara Amerika Serikat tewas tertembak di wilayah selatan Afghanistan, Sabtu lalu. Insiden itu terjadi saat aksi perlawanan yang dikhawatirkan akan mengancam pelaksanaan pemilihan umum di negara itu September mendatang, meningkat. Dalam salah satu bentrokan senjata paling mendesak kekuatan militer AS selama dua bulan terakhir menghadapi aksi perlawanan gerilyawan Afghanistan di wilayah selatan di Provinsi Zabul, empat anggota pasukan elite Amerika tewas. Lebih dari 700 orang meninggal dalam kekerasan sejak Agustus lalu. AS menyatakan banyaknya korban itu menjadi tanggung jawab pasukan gerilyawan Talib dan pejuang Al Qaedah, yang menyeru jihad terhadap kekuatan asing yang menduduki negara mereka. Meningkatnya serangan terhadap pasukan AS dan Afghanistan selama dua bulan terakhir telah merisaukan kepala pemerintahan transisi Afghanistan. Sebagian besar rakyat Afghanistan memandang pemerinthan itu sebagai pemerintahan boneka AS. ''Empat orang anggota Pasukan Gabungan Khusus Elite di Afghanistan tewas,'' demikian pengumuman resmi militer AS di Kabul, Minggu kemarin. ''Nama-nama mereka yang gugur belum dapat diumumkan sampai pemeriksaan tuntas dilakukan.'' Korban terakhir tersebut telah menambah jumlah tentara AS yang tewas di Afghanistan menjadi 90 orang, 56 di antaranya dalam pertempuran. Juru bicara militer AS di Afghanistan mengatakan, keterangan tambahan lainnya belum dapat diberikan. Pertempuran sengit di Provinsi Helmand, selatan Afghanistan, telah meminta korban jiwa tujuh anggota pasukan Afghanistan dan empat gerilyawan Talib, serta melukai dua tentara AS dekat perbatasan dengan Pakistan. Pesawat terbang AS yang menjadi unsur pendukung kekuatan pengawas di wilayah selatan, Kandahar, telah menembaki pusat kekuatan Talib dan menyebabkan dua warga sipil tewas. Sementara itu seorang relawan Norwegia tewas dalam serangan bom di Kabul. (ant-46) |