logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Mei 2004 INTERNASIONAL
Line

Komando Saudi Bebaskan 50 Sandera, Sembilan Tewas

KHOBAR - Pasukan komando Arab Saudi kemarin membebaskan 50 orang yang disandera para tersangka anggota Al Qaedah di suatu kompleks perkantoran dan perumahan perusahaan minyak asing di Khobar.

Para tersangka menyerbu kompleks itu Sabtu lalu, menewaskan 16 orang (termasuk tujuh warga negara asing). Mereka bertahan di kompleks dengan menyandera 50 orang, sampai penyerbuan itu dilakukan.

Sumber keamanan Saudi mengatakan, beberapa sandera tewas dalam operasi pembebasan tersebut, yang terjadi di kompleks perumahan Oasis, setelah drama penyanderaan selama 25 jam.

Drama penyanderaan tersebut, yang belum pernah terjadi di negara pengekspor minyak terbesar dunia itu, merupakan tamparan bagi upaya Saudi memerangi jaringan Al Qaedah pimpinan Usamah bin Ladin (yang dilahirkan di negara itu).

Pasukan Saudi menangkap pemimpin kelompok militan yang melancarkan serbuan itu, yang tercatat sebagai serangan terbesar kedua dalam waktu tidak sampai satu bulan terakhir.

''Setelah pasukan komando Saudi menyerbu bangunan tempat kaum militan menahan para sandera, para militan membunuh sejumlah sandera,'' kata seorang petugas keamanan.

Dia tidak menyatakan berapa banyak sandera yang terbunuh dan tidak pula memberikan data tentang kewarganegaraan para korban. Tetapi, seoramg manajer kompleks Oasis mengatakan, sembilan sandera asing menemui ajal, termasuk seorang warga AS dan seorang Inggris.

Oasis Disisir

Kedubes AS di Riyadh mengatakan, pihaknya sejauh ini belum dapat memberikan konfirmasi. Perincian tentang penyerbuan pasukan komando Saudi itu sendiri, masih belum diberikan.

Dua militan juga tewas dalam operasi penyelamatan tersebut. Kebanyakan sandera dan penghuni kompleks dievakuasi ke RS atau hotel-hotel, menyusul penyerbuan pasukan komando itu.

Pasukan Saudi menyisir Oasis untuk mencari bahan peledak yang kemungkinan dipasang para penyerang. Manajer Oasis mengatakan kepada Fox News, tujuh warga negara Amerika termasuk sandera yang dibebaskan.

Pemerintah Arab Saudi kemarin bersumpah tetap bersiaga tinggi untuk menjaga keamanan fasilitas minyaknya. Dikatakan, jaringan energi negara kerajaan itu tetap normal.

Menteri Perminyakan Ali al-Naimi semalam WIB menurut rencana mengadakan pertemuan dengan para pemimpin perusahaan minyak multinasional di kota Dhahran, untuk memberikan jaminan bahwa keamanan negara itu terkendali.

Dalam tembak-menembak antara kaum militan yang menyerbu Oasis dan pasukan keamanan, tujuh orang asing tewas. Mereka terdiri atas seorang Amerika, seorang Inggris, seorang Mesir, dua Filipina, seorang India, dan seorang Pakistan.

Mayat Diseret-seret

Sebuah pernyataan suatu kelompok yang menyebut diri mereka Al Qaedah menyatakan bertanggung jawab atas penyerangan tersebut. Seorang warga Inggris, manajer perusahaan minyak Apicorp, termasuk yang tewas.

Para saksi mata mengatakan, kaum militan mengikat jenazah warga negara Inggris tersebut ke sebuah mobil dan menyeret jenazah tadi di sepanjang jalan, sebelum dibuang dekat sebuah jembatan.

Pada awal bulan ini, mayar seorang warga Amerika juga diseret di jalan ketika kaum militan membunuh lima orang asing dalam suatu serangan ke sebuah pabrik petrokimia di kota Yanbu.

Penguasa de facto Saudi, Pangeran Abdullah, bersumpah akan menghabisi kaum militan. (rtr-ed-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA