| Senin, 31 Mei 2004 | EKONOMI |
Juni-Juli Harga Lampu dan Elektronik NaikJAKARTA-Harga lampu listrik dan sejumlah barang elektronik rumah tangga akan mulai naik sekitar Juni-Juli 2004, akibat dari nilai tukar rupiah yang melemah pada level di atas Rp 9.000/dolar AS dan kenaikan harga minyak dunia yang mencapai 40 dolar AS/barel. "Juni nanti, harga lampu listrik diperkirakan naik antara 5% sampai 15% sebagai dampak dari rupiah yang melemah dan kenaikan harga minyak dunia," kata John Manoppo, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Lampu Listrik Indonesia (Aperlindo), kemarin. Kemelemahan nilai tukar rupiah dan pelonjakan harga minyak, lanjut dia, menyebabkan harga tabung gelas lampu listrik yang dalam struktur biaya produksi mencapai 60% meningkat, karena produksi tabung lampu menggunakan banyak minyak mentah. Selain itu, selama ini lampu listrik -terutama jenis PLC atau hemat energi- kebanyakan merupakan produk impor yang sangat terpengaruh oleh fluktuasi nilai tukar rupiah serta peningkatan biaya angkut akibat kenaikan minyak dunia. Harga lampu jenis lain, misalnya neon dan pijar yang diproduksi di dalam negeri, diperkirakan juga akan naik. Biaya produksi tabung gelas lampu naik akibat tabung gelasnya masih diimpor. Namun John menekankan pada kenaikan harga lampu hemat energi, karena jenis lampu itu kini mulai banyak digunakan oleh masyarakat, tidak hanya di perkotaan tapi juga pedesaan. "Harga lampu hemat energi memang lebih mahal dari lampu pijar dan neon, tetapi irit pemakaian listriknya, sehingga masyarakat tertarik menggunakan karena tarif listrik naik terus," jelasnya. Ia memperkirakan, konsumsi lampu hemat energi di Indonesia lebih dari 50 juta/tahun. Sementara itu General Manager Marketing& Sales LG Electronics Indonesia (LGEIN), Sung Khiun mengatakan, dampak kemelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga minyak sangat terasa pada produsen elektronik di Indonesia pada Juni dan Juli 2004. Meskipun tidak menyebut berapa angka kenaikan harga barang elektronik itu, ia mengisyaratkan pada bulan itu harga akan mengalami penyesuaian. (ant-53a) |