| Senin, 31 Mei 2004 | EKONOMI |
Larangan Impor Beras DiperpanjangJAKARTA-Pemerintah memperpanjang larangan impor beras sampai Juli 2004, dan akan terus meninjau perlu lagi atau tidak perpanjangan larangan tersebut dengan mempertimbangkan kondisi stok nasional. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Depperindag Sudar SA menjelaskan, pada 27 Mei 2004 Menperindag Rini MS Soewandi menandatangani SK No 357/MPP/Kep/5/2004 yang berisi perubahan SK No 9/MPP/Kep/1/2004 tentang Ketentuan Impor Beras. ''Berdasarkan ketentuan baru, masa pelarangan impor beras dapat dipersingkat atau diperpanjang sesuai dengan kondisi produksi dan kebutuhan beras nasional,'' ujar dia, kemarin. Kebijakan Pemerintah untuk mempersingkat atau memperpanjang masa pelarangan impor beras, dapat dikeluarkan melalui SK Menperindag dengan mempertimbangkan rekomendasi dari Menteri Pertanian. Berdasarkan SK Menperindag No 9/MPP/Kep/ 1/2004, larangan impor beras ditetapkan satu bulan sebelum panen raya, dua bulan pada masa panen raya, dan satu bulan setelah panen raya. Stok Aman Sesuai dengan jadwal, seharusnya larangan impor beras dibuka pada 1 Juni 2004, tetapi menurut Sudar, Menteri Pertanian menginformasikan bahwa stok beras terakhir masih aman sampai Juli 2004 sehingga larangan impor diperpanjang. "Ibu Rini (Menperindag) juga sudah menandatangani surat perpanjangan larangan impor beras sampai Juli 2004. Kemungkinan, impor beras baru dibuka pada Agustus 2004," tutur Sudar. Pemerintah, tegas dia, akan terus memantau kondisi stok beras nasional setiap bulan, untuk menentukan apakah impor beras perlu dibuka lagi atau tidak. "Melalui kebijakan itu, pada prinsipnya Pemerintah ingin melindungi dan meningkatkan pendapatan petani," jelasnya. Ia menyebutkan, kebijakan impor beras tidak sebagaimana impor gula yang ditetapkan selama satu tahun, karena karakteristik panen kedua komoditas tersebut berbeda. Menurut dia, pertanian padi tersebar lebih luas ke berbagai wilayah Indonesia dengan masa panen berbeda, tetapi yang terbesar terjadi pada masa panen raya. Pada gula, hanya tersebar di Jawa dan waktu panennya hampir bersamaan. Beberapa waktu lalu, Menteri Pertanian Bungaran Saragih mengatakan, larangan impor beras yang harusnya dibuka 1 Juni 2004 akan ditinjau setiap bulan. (ant-53a) |