| Senin, 31 Mei 2004 | EKONOMI |
Aset BKM Artha Kawula Rp 1,549 MiliarSEMARANG-Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Artha Kawula mampu menggerakkan ekonomi warga Kelurahan Krobokan Kecamatan Semarang Barat. Dalam lima tahun total asetnya meningkat dari Rp 250 juta menjadi Rp 1,549 miliar. "Modal awal yang merupakan dana hibah Bank Dunia itu kami gunakan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat," kata Titik Kusmiati, Manajer Unit Pengelola Keuangan BKM Artha Kawula di sela-sela bakti sosial, Sabtu lalu. Menurut dia, untuk kegiatan ekonomi masyarakat pihaknya menggulirkan dana simpan-pinjam, ekonomi produktif, penambahan modal usaha jasa, usaha pengasapan ikan, serta usaha bandeng presto. Dari kegiatan ekonomi produktif, sosial, dan fisik, lanjut dia, BKM Artha Kawula meraih pendapatan rata-rata Rp 11 juta/bulan dan keuntungan Rp 113 juta/tahun. "Dari 14.000 keluarga Kelurahan Krobokan yang memperoleh dampak dari kegiatan BKM Artha Kawula sekitar 900 keluarga bergerak dalam dalam ekonomi masyarakat," tambahnya. Keberhasilan BKM Artha Kawula dalam pelaksanaan Program Penanggulangan Kemiskinan dan Perkotaan (P2KP) itu mendapat sambutan positif dari wakil Bank Dunia yang datang di Semarang. "BKM ini sangat unik. Kita tidak menyangka bisa berkembang seperti sekarang," kata Scoott Fritzen, Team Leader Bank Dunia saat hadir pada kegiatan bakti sosial BKM Artha Kawula. Menurut Fritzen, kunjungannya hanya studi banding mengenai pelaksanaan P2KP di lapangan. Keberhasilan BKM Artha Kawula itu akan dipelajari lebih lanjut. (wid-53) |