IKLAN yang berkaitan dengan politik merupakan fenomena baru yang
menarik. Kian banyak media massa (cetak dan elektronik) yang berlomba-lomba
mengeruk keuntungan dari situasi yang kompetitif itu. Bagaimana aturan-aturannya?
PERLU membuat media untuk pemilihan capres-cawapres? Stanley
Adi Prasetyo, Direktur Institut Studi Arus Informasi (ISAI) punya jawabannya.
Mantan wartawan Jakarta-Jakarta itu menilai tindakan tersebut hanya
melahirkan kesia-siaan.