logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 30 Mei 2004 BUDAYA
Line

Tim Sukses Capres-Cawapres di Jateng (2)

Mega-Hasyim Tak Takabur Satu Putaran

GENDERANG "perang" memperebutkan kursi RI-1 dan RI-2 makin kentara setelah masing-masing tim sukses pasangan capres dan cawapres mendeklarasikan diri. Salah satunya tim kampanye pasangan Megawati Soekarnoputri - Hasyim Muzadi yang secara resmi dideklarasikan pada Jumat (28/5) malam di Ruang Borobudur Hotel Graha Santika Semarang.

Mereka yang masuk dalam tim terdiri atas kalangan PDI-P, NU, dan tokoh masyarakat. Dari PDI-P ada Drs H Sumaryoto, Agustina Wilujeng P SS, Drs HM Supito MM, dan para caleg terpilih di DPRD Jateng.

Sementara itu, salah satu tokoh NU yang masuk dalam tim adalah Suryanto Dwi Cahyo SE. Karena masuk tim sukses, dia harus nonaktif dari jabatan Wakil Bendahara PWNU Jateng. Adapun Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng Dr KH Musthofa Shonhadji MA, meski tak masuk dalam tim, hadir saat deklarasi dan menyampaikan sambutannya.

Tim kampanye Mega-Hasyim itu juga memasukkan nama Prof Hendrawan Supratikno, pakar ekonomi yang dekat dengan Kwik Kian Gie. Mereka juga menggandeng sejumlah dokter dan akademikus.

Tim ini juga berani tampil beda dengan menyewa sebuah ruang di Hotel Graha Santika untuk sekretariat. Sewu Room, nama ruang di lantai II tersebut, disewa enam bulan untuk kegiatan tim.

Ruang ber-AC itu bagus dengan ukuran 6 x 7 meter. Di dalamnya ada sejumlah perangkat komputer lengkap dengan printernya. Ada juga layar lebar, papan tulis, dan sejumlah peralatan elektronik lain.

Tempat Netral

Tak hanya itu, tim juga membuka lima kamar di sebuah wisma yang ada di Mugas. Di situ akan siaga Tim Pokja 24 Jam yang siap melayani sejumlah daerah terkait dengan upaya mendudukkan pasangan Mega-Hasyim ke kursi RI-1 dan RI-2.

Kenapa harus menyewa sampai enam bulan? Ketua Tim Kampanye Jateng Drs H Sumaryoto menjelaskan, pihaknya tak ingin takabur, terlalu yakin hanya butuh ruangan untuk satu putaran pemilihan saja. "Karena itu, kami menyewa untuk enam bulan atau sampai putaran kedua pemilu," kata dia, Sabtu (29/5).

Pemilihan sekretariat di tempat yang netral karena majunya Mega dan Hasyim sebagai capres dan cawapres adalah sebagai pribadi. Walapun kebetulan keduanya sebagai Ketua Umum DPP PDI-P dan Ketua Umum PBNU yang untuk sementara non-aktif. "Karena itu kami cari tempat yang netral, kop surat dan stempel juga sendiri (tidak menyebut PDI-P dan NU-Red)," ujar dia.

Saat disinggung tentang kebutuhan dana kampanye, anggota FPDI-P DPR RI itu tidak menyebutkan jumlahnya. Dia hanya mengatakan, dana tersebut didapatkan dari iuran atau sumbangan simpatisan serta caleg terpilih di DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

Selain itu, diupayakan dari acara malam dana dengan melelang lukisan Megawati. Sebelumnya, akan diawali dengan menggelar lomba lukis sejuta wajah Megawati Soekarnoputri di Solo pada 13 Juni yang diperkirakan diikuti 500-an pelukis se-Jawa. (Setiawan HK, Jamal A, Agus Toto W-43j)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA