| Minggu, 30 Mei 2004 | BUDAYA |
Berharap Disiarkan secara LangsungBANJARNEGARA- Warga kabupaten ini, terutama warga Desa Gelang, Kecamatan Rakit sangat berharap pertandingan Crisjon melawan Osamu Sato di Tokyo, Jepang pada 4 Juni mendatang disiarkan langsung. Namun sampai kini, belum ada informasi stasiun televisi mana yang akan menyiarkan pertandingan perofesional perebutan gelar dunia kelas bulu (57,1 kg) versi World Boxing Association (WBA) itu. "Kalau disiarkan secara langsung, kami senang. Warga akan menyiapkan acara nonton bareng pertandingan itu di tempat terbuka," ungkap Sekdes Gelang, Kecamatan Rakit, Achmad Rochidi, kemarin. Seperti ketika Crisjon bertanding di Denpasar, Bali beberapa bulan lalu, di depan rumah perangkat desa itu juga digelar acara nonton bareng. Warga yang bukan penggemar tinju-pun ikut nimbrung menonton acara yang digelar di depan rumah Sekdes. Sayang, Banjarnegara hanya bisa menerima siaran televisi dari stasiun Indosiar, RCTI, dan SCTV. Jika yang menyiarkan langsung bukan salah satu stasiun TV swasta itu, jelas warga setempat tak bisa menangkap siaran langsung itu. Setiap kali putra pasangan Johan Cahyadi (64) dan Warsini (43) itu akan bertanding, warga selalu memperbincangkannya. Pembicaraan tak sebatas warga desa itu tapi sampai desa-desa tetangga, seperti Lengkong, Adipasir, Kincang dan sekitarnya. "Banyak yang tak menyangka Crisjon punya prestasi yang mendunia," ujar Chawaji, Kaur Pembangunan Desa Gelang. Bantu Pedagang Beberapa pedagang sayur di desa sekitar punya pengalaman tersendiri terhadap petinju yang kini bernaung di sasana Bank Buana Indonesia (BBI) Semarang itu. Mereka sangat antusias jika Crisjon bertanding. Semasa duduk di SD, lanjut Chawaji, hampir tiap pagi anak itu berlari mengitari desa. Di sela-sela latihan fisik itu, kadang dia membantu mendorong gerobak pedagang sayur yang akan ke pasar Mandiraja. Jalan dari Rakit ke Mandiraja menanjak dan menikung. "Crisjon sering terlihat membantu mendorong gerobak saat jalan menanjak atau menahan gerobak saat jalan menurun." Dia mengatakan, Crisjon membantu pedagang semata-mata untuk berlatih fisik bukan mengharapkan imbalan. "Sampai para pedagang yang pernah ditolong merasa trenyuh jika melihatnya bertanding di televisi," ujar Chawaji. Ketua Umum Pengcab Pertina Banjarnegara Drs H Hadi Soepeno MSi mengatakan, warga kabupaten ini sangat berharap petinju itu mampu memenangi pertandingan. Kemenangan itu tak cuma mengangkat nama bangsa tapi juga daerah asal. "Kami percaya kemampuan Crisjon. Kami berharap, dia bisa memenangi pertandingan itu KO atau TKO. Kalau hanya menang angka, berat," ungkap Hadi Supeno yang juga Wabup Banjarnegara. Sampai kini Pemkab atau Pengcab Pertina belum mengagendakan acara nonton bareng pertandingan itu. Sebab, belum ada informasi apakah pertandingan di Tokyo, Jepang pada 4 Juni mendatang akan disiarkan langsung.(A9-58j) |