| Minggu, 30 Mei 2004 | BUDAYA |
Tak Perlu Dukungan
BANDUNG- Calon wakil presiden (cawapres) dari PDI-P, Hasyim Muzadi, secara implisit menyatakan dukungan dari partai lain dalam menunjang kesuksesan pasangan Mega-Hasyim menuju ke kursi presiden dan wakil presiden tidak terlalu diperlukan. "Dukungan dari partai lain kan tidak identik dengan dukungan dari rakyat. Jadi (seberapa pun) jumlah partai (yang mendukung), tidak selalu sama dengan jumlah volume pilihan dari rakyatnya," ungkap Hasyim Muzadi sesaat sebelum mengadakan pertemuan dengan pengurus wilayah dan cabang NU se-Jabar di Bandung, Jumat malam. Karena pengaruhnya tidak terlalu signifikan, dukungan dari partai lain tidak menjadi perhatian Hasyim. Bahkan saat disinggung dukungan PKB terhadap Golkar melalui Salahuddin Wahid, dia menanggapinya secara enteng. "Sikap PKB ya itu urusan mereka. Mereka punya hak untuk bersikap terhadap dirinya. Jadi, tidak ada masalah dengan dukungan dari PKB itu," ujarnya. Jawaban hampir senada dilontarkan Ketua PB NU nonaktif itu saat ditanya soal sikap PKS yang tidak akan mendukung duet Mega-Hasyim menuju kursi RI-1 dan RI-2. "Tanya saja mereka yang beri statement." Apakah dengan demikian Hasyim sudah percaya diri dengan dukungan dari massa NU. Soal itu, Hasyim pun tidak memberi jawaban yang jelas. Pasalnya, ujarnya, warga NU sudah terbiasa melakukan pilihan secara demokratis. Karena alasan itulah, Hasyim menyatakan kendati banyak kader NU yang maju sebagai calon pemimpin bangsa tidak memecah massa NU di bawah. "Orang NU itu sudah biasa berdemokratis, jadi tidak ada istilah perpecahan tapi hanya diversifikasi pilihan," jelasnya. Berapa suara yang bisa dia dapat, Hasyim mengemukakan, suara NU memang banyak seperti yang diraih PKB, PPP, dan Golkar dalam Pemilu Anggota Legislatif 5 April lalu. Khusus jumlah yang diraih PKB, dia berani menjamin bahwa yang memilih adalah massa NU. Hasyim membantah pertemuan itu sebagai ajang mencari dukungan. (dwi-58j) | ||||