| Minggu, 30 Mei 2004 | BUDAYA |
Akan DitindakSEMARANG- Mendekati masa kampanye pemilu presiden dan wakil presiden belakangan ini, fenomena golput tampak kian merebak. Menyikapi hal itu, jajaran Polda Jateng mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 5 Juli mendatang. Kepolisian akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang menghasut atau mengajak golput karena perbuatan itu termasuk pelanggaran hukum. "Tindakan menghasut yang sudah termasuk pelanggaran hukum seperti itu pasti kami tindak," tegas Kapolda Jateng Irjen Insmerda Lebang, Sabtu (29/5), seusai memimpin gelar pasukan pengamanan pemilu presiden dan wakil presiden di Lapangan Anton Sudjarwo, kompleks Akademi Kepolisian (Akpol). Kapolda mengemukakan, pesta demokrasi mendatang merupakan keinginan rakyat. Karena itu, sebagai warga negara yang baik seharusnya menggunakan hak pilihnya. "Jika cita-cita tersebut dikotori dengan tindakan-tindakan seperti golput, itu patut disayangkan," ujar Lebang. Siaga I Berkaitan dengan pengamanan pemilu presiden dan wakil presiden, Polda mulai kemarin memberlakukan siaga I. Dua per tiga kekuatan dari total 25.993 personel di wilayah Jateng disiapkan untuk mendukung pengamanan. Jumlah itu berasal dari 6 polwil/polwiltabes, 38 polres/polresta, dan 506 polsek/ polsekta. Salah satu tugas mereka adalah mendukung tim khusus dari Mabes Polri yang mengawal pasangan capres-cawapres. Selain itu, para personel juga dibebani tanggung jawab untuk menyiapkan pengamanan di wilayah yang akan digunakan sebagai arena kampanye. Kapolda menekankan, tidak ada pengamanan khusus di wilayah tertentu meski disinyalir di Jateng ada beberapa kabupaten/ kota yang potensial terjadi kerawanan. (G3-58j) |