logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 30 Mei 2004 BUDAYA
Line

Kaum Muda NU Deklarasikan Golput

  • Muhammadiyah Tak Ikut-ikutan

GOLPUT: Kaum muda NU Jateng menyatakan akan golput pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 5 Juli mendatang. Pendeklarasian sikap tersebut dilakukan oleh belasan kader muda nahdliyyin di depan kantor PWNU Jateng Jalan Dokter Cipto 180 Semarang.(j)

SEMARANG- Kaum muda Nahdlatul Ulama (NU) Jateng mendeklarasikan sikap memilih golput atau tidak akan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 5 Juli mendatang. Pendeklarasian itu disampaikan belasan kaum muda organisasi massa itu di depan kantor PWNU Jateng Jalan Dokter Cipto 180 Semarang, Sabtu (29/5).

Sikap tidak akan memilih sebagai tindak lanjut aksi mogok makan di teras kantor KPU Jateng, 19-22 Mei lalu. Anak-anak muda itu menyudahi aksi mogok makan setelah Gus Dur menemui dan meminta mereka menghentikan aksinya pada Sabtu (22/5).

Mereka yang datang ke PWNU itu berasal dari komunitas buruh, tani, anak jalanan, LSM, mahasiswa, kiai muda, anggota legislatif, pekerja seni, aktivis muda partai, dan sebagainya.

Deklarasi diwarnai dengan orasi dan pengusungan berbagai poster. Mereka mengecam KPU yang dituding melakukan permainan melalui SK Nomor 26/2004 tentang Kesehatan Capres dan Cawapres yang mengkhianati UU Nomor 23/2003 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta UUD 1945.

Dengan penerbitan SK tersebut, laju Gus Dur menjadi capres terganjal karena tidak diloloskan untuk menjadi kontestan capres. "Karena itu bagi anak-anak muda NU, hak memilih tidak pantas untuk disampaikan dalam pemilu (presiden dan wakil presiden) mendatang," tandas koordinator aksi Arif Ruba'i disambut yel-yel rekan-rekannya sambil menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah beberapa kali pertemuan.

Dia menegaskan pula, demi keutuhan jamaah dan jamiah, pihaknya mendesak jajaran pengurus untuk mengembalikan ormas itu ke Khitah 1926. Dia mengatakan, NU telah memutuskan dalam forum Muktamar Situbondo 1984 untuk tidak terjerat dalam tarikan kepentingan politik sesaat.

Selain itu, para kader muda nahdliyyin itu juga mendesak kepada semua pengurus wilayah Jateng dan jajaran di bawahnya yang terlibat dalam berbagai bentuk dukung-mendukung capres-cawapres tertentu untuk segera mengundurkan diri. Mereka yang dituntut mundur itu baik pengurus yang terlibat sebagai tim sukses resmi, tim sukses bayangan maupun tim kampanye.

"Kami menghargai kinerja pengurus NU Jateng. Untuk itu, mereka yang terlibat dalam tim sukses capres-cawapres tertentu seharusnya mengundurkan diri dari jabatannya," tandasnya.

Deklarasi tersebut juga sengaja mengambil tempat di luar kantor NU Jateng, karena tidak ingin melibatkan ormas tersebut dalam pernyataan sikapnya. "Pernyataan sikap ini sekaligus sebagai bentuk keprihatinan anak-anak (muda) NU atas kondisi bangsa yang semakin nyungsep dan atas fakta ketertarikan NU ke dalam permainan politik sesaat," paparnya.

Dalam kesempatan itu, belasan anak muda tersebut selanjutnya duduk bersila di atas trotoar Jl Dokter Cipto. Poster yang mereka bawa diletakkan di atas trotoar. Salah seorang dari mereka memimpin doa.

Di Bandung

Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Ma'arif mengemukakan, kecil kemungkinan warga Muhammadiyah akan mengambil sikap golput pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 5 Juli.

"Sikap kami jelas terhadap masalah tersebut. Karena itu, kami mengimbau warga Muhammadiyah untuk tidak ikut-ikutan golput. Lebih baik pilih pemimpin yang bisa membebaskan bangsa ini dari keterpurukan," ungkapnya seusai menjadi pembicara pada Kongres I Masjid Kampus Indonesia di Masjid Salman ITB, Sabtu (29/5) kemarin.

Menurut penuturan dia, kebutuhan pemimpin yang dapat mengembalikan harga diri bangsa ini sudah tidak bisa ditawar-tawar. Akan tetapi agar harapan itu tercapai, semua berpulang kepada rakyat yang memang lebih berhak menyusun masa depan bangsa.

Jika pilihan warga Muhammadiyah misalnya lebih cenderung ke Amien Rais, Syafii menilai sebagai sesuatu yang wajar. "Saya rasa itu proses alamiah, jika banyak yang memilih kadernya sendiri. Ini bukan hal yang luar biasa," tandasnya.

Yang jelas, kata Syafii, secara institusi tidak ada hubungan khusus antara Muhammadiyah dan capres PAN Amien Rais. Karena bagi warga Muhammadiyah, sikap independen adalah pilihan yang jelas.

Syafii juga menekankan, masuknya dia dalam tim sukses Amien Rais-Siswono Yudhohusodo jauh dari keinginannya. Apabila namanya terdapat di sana, itu tak lebih karena dibajak. Dia mengaku tidak tahu-menahu tentang proses masuknya nama dia ke dalam tim tersebut.

Hak Pilih

Capres PPP Hamzah Haz juga meminta agar seluruh umat Islam Indonesia menggunakan hak pilih mereka, tidak memilih golput. Pesan Hamzah itu disampaikan kepada 200 ulama, kiai, habib, yang menyampaikan dukungannya di rumah dinasnya di Jl Diponegoro Jakarta Pusat, Sabtu (29/5. Selain mengimbau agar tidak golput, Hamzah juga meminta restu kepada para ulama, kiai, habib agar dirinya sukses dalam pilpres.

"Dukungan yang disampaikan ulama itu memang tidak secara tertulis, hanya tersirat. Lagipula dukung-mendukung itu kan belum saatnya karena kami belum kampanye," kata pimpinan tim kampanye Zarkasih Nur yang mewakili Hamzah Haz memberi keterangan pada pers.

Mengenai kemungkinan terjadi benturan, mengingat tim capres lain menggunakan metode yang sama, Zarkasih menyatakan hal itu tidak masalah. Sebab, yang paling pokok dari yang dilakukan duet Hamzah-Agum adalah meminta masyarakat agar menggunakan hak pilih mereka dalam arti tidak golput, dan sepenuhnya mendukung duet tersebut.

Sebanyak 200 kiai, habib, dan ulama se-Jabotabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur itu menyatakan dukungan mereka kepada pasangan capres-cawapres Hamzah Haz-Agum Gumelar. Mereka yakin duet tersebut akan lolos ke pilpres putaran kedua.

Dukungan tersebut, kata Kiai Wahyu Mudrik dari Ponpes Misbahul Muttaqin Cianjur Jawa Barat adalah atas inisiatif mereka sendiri. "Habib dan ulama sebagian besar mendukung Hamzah. Memang ada calon lain dari nahdliyyin, tapi kan tidak harus memilih calon yang ditentukan Gus Dur, yakni Wiranto dan Salahuddin Wahid," ujarnya. (G1,G7,dwi,dtc-58,43ej)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA