logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 29 Mei 2004 WACANA
Line

Lansia Indonesia Tercepat

Oleh: Suwoko

MENINGKATNYA usia harapan hidup penduduk Indonesia membawa konsekuensi bertambahnya jumlah lansia. Abad 21 ini merupakan abad lansia (era of population ageing), karena pertumbuhan lansia di Indonesia akan lebih cepat dibandingkan dengan negara-negara lain. Indonesia diperkirakan mengalami aged population boom pada dua dekade permulaan abad 21 ini.

Hal tersebut perlu terus diantisipasi karena akan membawa implikasi luas dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan negara. Karena itu, lansia perlu mendapatkan perhatian dalam pembangunan nasional. Di sisi lain, lansia menjadi sumber daya manusia yang mempunyai pengalaman luas. Yakni pengalaman dan kearifan yang dapat dimanfaatkan dalam pembangunan di berbagai bidang.

Sistem nilai sosial budaya di Indonesia menempatkan lanjut usia sebagai warga terhormat, baik di lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan masyarakat. Hingga saat ini masih cukup banyak keluarga yang di dalamnya terdapat tiga generasi (three generation in one roof).

Harapan hidup penduduk Indonesia mengalami peningkatan jumlah dan proporsi pada 1980. Harapan hidup perempuan adalah 54 tahun pada 1980, kemudian 64,7 tahun pada 1990, dan 70 tahun pada 2000. Bagi laki-laki angka tersebut adalah 50,9 pada 1980, 61 tahun pada 1990, dan 65 tahun pada 2000.

Berdasarkan data kependudukan, lanjut usia jika dilihat persentase dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Proyeksi lanjut usia dapat dikemukakan sebagai berikut:

Data Susenas tahun 2000 (BPS) menunjukkan penduduk lanjut usia yang berjumlah 15.054.877 jiwa, sebagian besar (61,73%) bertempat tinggal di daerah pedesaan. Adapun jumlah lanjut usia perempuan lebih banyak (52,42%) dibandingkan dengan lanjut usia laki-laki (47,58%). Dari jumlah lanjut usia tersebut, 3.274.100 jiwa (21,75%) merupakan lanjut usia telantar.

Penanganan

Konsekuensi logis meningkatnya jumlah lanjut usia adalah tuntutan semakin besarnya sumber-sumber yang harus disediakan bersama oleh pemerintah, masyarakat, dan keluarga, khususnya dalam lingkup pembangunan kesejahteraan sosial. Antara lain:

1. Meningkatkan pemasyarakatan tentang kondisi sosial objektif lansia melalui berbagai media.

2. Makin terbinanya peran aktif keluarga, masyarakat, lembaga sosial kemasyarakatan, sektor swasta, dan para pengusaha dalam pelayanan bagi lansia untuk membina peningkatan peran aktif relawan lansia.

3. Mengembangkan pelayanan kesejahteraan sosial lansia yang berbasiskan masyarakat.

4. Meningkatkan hubungan antargenerasi di lingkungan keluarga, masyarakat, dan bangsa.

5. Pembinaan lanjut usia dalam kegiatan pendidikan, kesenian, kebudayaan, pengisian waktu luang serta rekreasi dan wisata.

6. Pembinaan usaha sosial ekonomi produktif yang terarah pada pemantapan kemandirian sosial ekonomi.

7. Menambah kualitas pelayanan Panti Sosial Tresna Wredha serta kemampuannya sebagai pusat pelayanan lanjut usia untuk lingkungan sekitarnya.

8. Terselenggaranya Panti Petirahan dan Panti Rehabilitasi Sosial bagi lansia.

Komitmen Internasional

International Plan of Action on Aging disebut juga sebagai "Vienna Plan", karena diputuskan di Wina dengan Resolusi PBB No 37/1982.

Intinya adalah satu, mengajak negara-negara bersama-sama atau sendiri untuk mengembangkan dan menerapkan kebijakan guna meningkatkan kehidupan lanjut usia, sejahtera Iahir batin, damai, sehat, dan aman.

Dua, mengkaji dampak menuanya penduduk terhadap pembangunan dan sebaliknya, dengan harapan untuk mengembangkan potensi lanjut usia.

Sementara itu United Nation Principles for Older Persons, dicetuskan pada 1991 dengan Resolusi No 46/91. Pada dasarnya mengandung imbauan tentang hak dan kewajiban lanjut usia yang dirangkum dalam lima hak dan kelompok, yaitu kemandirian, partisipasi, pelayanan, pemenuhan diri, dan martabat.

Sepanjang Masa

"Berkarya Sepanjang Masa dan Bermanfaat Sepanjang Hayat" adalah tema peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tahun 2004. Tema tersebut mengandung makna mendalam, yaitu lansia senantiasa akan terus produktif dan mandiri dalam mengisi sisa-sisa hidup.

Sesuai dengan pencanangan Hari Lanjut Usia yang pertama pada 29 Mei 1996 di Semarang oleh Presiden, selanjutnya tanggal tersebut dijadikan sebagai Hari Lansia Nasional. Menurut UU No 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia, yang dimaksud dengan lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas.

Macao Plan of Action dalam sidang ESCAP tahun 1998 untuk kawasan Asia Pasifik memutuskan, satu, memahami masalah dan implikasi menuanya penduduk dan dampak terhadap masyarakat. Dua, mempersiapkan penduduk menghadapi proses penuaan dengan produktif dan memuaskan. Tiga, mengembangkan infrastuktur dan Iingkungan baik yang tradisional ataupun modern. Empat, meningkatkan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan lanjut usia yang berjumlah semakin besar.(18s)

-Drs Suwoko SH, Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Jawa Tengah.


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA