| Jumat, 28 Mei 2004 | SALA |
Majukan Pariwisata, Pemkab Gandeng GianyarKARANGANYAR-Guna memajukan pariwisata, Pemkab Karanganyar mencoba menjalin kerja sama dengan Pemkab Gianyar, Bali. Diharapkan dengan kerja sama ini ada hal yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Apalagi karakteristik Karanganyar tidak berbeda jauh dengan Gianyar, terutama dalam hal dunia kepariwisataan. ''Kami memang mau belajar dengan Pemkab Gianyar dalam memajukan pariwisata. Kalau di Gianyar, begitu besar tingkat kunjungan wisatanya, kenapa Karanganyar tidak. Padahal karakteristik keduanya tidak jauh berbeda. Bahkan Karanganyar lebih unggul dari Gianyar jika dilihat potensi sumber daya yang tersedia,'' kata Bupati Hj Rina Iriani SR SPd MHum kepada wartawan sesaat sebelum menerima tim kesenian Gianyar di pendapa rumah dinas Bupati, kemarin. ''Apa sih yang menjadi keistemewaan Bali sehingga digandrungi turis, terutama turis manca nagera. Pariwisata Bali sempat terpuruk dengan adanya bom yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga menggegerkan dunia. Tapi beberapa lama kemudian kembali pulih. Karena itu kami mau belajar,'' tambahnya. Rombongan kesenian yang dipimpin Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung SH, itu datang ke Karanganyar untuk menyerahkan patung Dewi Saraswati setinggi 2,5 meter. Menurut rencana, patung tersebut akan dipasang di seputar Candi Cetho, Kecamatan Ngargoyoso, pada hari ini. Pemasangan patung yang menggunakan prosesi dan ritual adat Bali itu akan menggunakan iringan kesenian yang diperagakan rombongan kesenian tersebut. Efek Besar Bupati menjelaskan, jika berhasil, pembangunan pariwisata akan menimbulkan efek yang cukup besar di segala bidang. Mulai dari pertanian, industri kecil, usaha perhotelan dan restoran, sehingga mengangkat harkat hidup orang banyak. Terutama peningkatan ekonomi. ''Di pusat-pusat pariwisata yang banyak dikunjungi turis, orang bisa menjual cindera mata, tingkat hunian hotel juga tinggi,'' tambahnya. Kenapa yang dipilih patung Saraswati? Pemkab Karanganyar, kata dia, memang sengaja mengambil sosok, simbol, atau tokoh yang bisa menjadi panutan. Menurut dia, patung Saraswati yang merupakan dewi pendidikan tersebut diharapkan bisa menjadi panutan warga Karanganyar. ''Kami sebenarnya tidak bermaksud apa-apa, kami hanya ingin memajukan pariwisata,'' tandasnya. (G8-49) |