| Jumat, 28 Mei 2004 | PEMILU 2004 |
Dubes AS Hargai Pencalonan WirantoJAKARTA-Capres Partai Golkar, Wiranto bertemu Dubes AS, Ralph L Boyce, di Kediaman Kedubes AS, di Jl Suropati Mentenga, Jakarta Pusat, Kamis petang. Pertemuan tertutup itu, berlangsung sekitar 45 menit dari pukul 18.15 hingga pukul 19.00. Kehadiran Wiranto di rumah dinas Ralph L Boyce, sempat mengundang spekulasi di kalangan pers, bahwa ia akan mengklarifikasi berbagai hal, termasuk munculnya tuduhan pelanggaran HAM Timtim terhadap dirinya. Ketika dikonfirmasi materi pertemuan itu, Wiranto menolak menjawab. Dia menyatakan, pertemuan dirinya dan Ralp Boyce sebagaimana capres lain menemui Dubes AS itu. "Saya dengan beliau bicara perkembangan saat ini, terutama berkaitan dengan agenda kampanye dan pemilihan presiden," katanya. Selain itu, katanya, juga membicarakan masalah masa depan Indonesia dan hubungannya dengan AS, serta peluang-peluang yang bisa dilakukan oleh kedua negara. "Beliau merespon bagus," katanya. Khusus perkembangan politik Indonesia, Wiranto melukiskan, Ralph Boyce sangat menghormati proses demokrasi yang sedang terjadi. "Beliau respek dengan demokrasi yang sedang kita bangun, terutama dalam pemilihan presiden," katanya. Menurutnya, dalam pembicaraan itu sempat disinggung masalah Partai Golkar yang mencalonkan dirinya sebagai presiden. "Beliau mengapresiasi apa yang dilakukan dan dikaji Partai Golkar," katanya. Atas hasil pertemuan tersebut dia berkomentar, itu menunjukkan ada pengakuan dari negara sebesar Amerika Serikat terhadap proses demokrasi yang berkembang di Indonesia. Wiranto kemudian melambaikan tangan memasuki kendaraannya, meninggalkan kediaman dinas Kedubes AS. Tentang isu militerisme dan serangan hak asasi manusia (HAM) terhadap capres Jenderal TNI (Purn) Wiranto yang hanya dilakukan para elite politik, tidak akan banyak berpengaruh terhadap referensi pemilih pada Pemilu Presiden 5 Juli mendatang. Tegasnya, isu tersebut tidak akan mengurangi perolehan suara Wiranto dalam pemilu presiden. Hal itu dikatakan pengamat politik dari Soegeng Sarjadi Syndicated (SSS), Dr Sukardi Rinakit, dalam suatu percakapan dengan Suara Merdeka , Kamis petang, di ruang kerjanya. (nas,bu-83,88at) |