logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Mei 2004 WACANA
Line

SURAT PEMBACA

Rindu Susi Susanti

Sedikit senyum kita atas penampilan Adrianti Firdasari yang mampu meraih satu poin kemenangan atas Korsel di perempat final Piala Uber tempo hari. Namun itu belum seberapa dibandingkan kegetiran atas prestasi putri kita yang tak kunjung bangun dari tidur panjangnya.

Ketika China sudah melahirkan begitu banyak generasi penerus selepas era Tan Jiuhong/Ye Zhaoying, berapa putri kita yang mentas setelah generasi Susi Susanti?. Barangkali, Susi Susanti sendiri akan menangis berlama-lama manakala sadar ''adik-adiknya'' belum juga tumbuh menjadi pemain besar yang dapat menggantikan perannya.

Akhirnya, kita cuma bisa berharap semoga lahir Susi Susanti baru. Berapa kali lagikah kata-kata itu akan keluar dari mulut kita? Ataukah khusus Indonesia ini berlaku hukum yang spesial, bahwa pemain putri kelas dunia hanya ''dilahirkan'' bukan ''diciptakan''.

Hukum seperti itu bisa saja dikenali faktanya, tetapi percayalah tidak berlaku di mana pun di dunia ini. Kalau ada, hukum seperti itu akan bertentangan dengan prinsip olahraga modern yang menyaratkan kemajuan terus-menerus sesuai perkembangan kehidupan manusia. Altius, fortius, citius tetaplah menjadi acuan sepanjang masa.

Susi Susanti telah lama menghilang. Namun, bulutangkis Indonesia tetap mengharap kehadirannya. Kendati tidak dengan tubuhnya, toh mestinya dia bisa hadir dengan rohnya. Namun sampai detik ini, rohnya pun seakan tidak mau datang.

Joko Suprayoga

Jl Raya Sapen 99 Sukorejo Kendal

***

Katur Gus Dur

Mbok sampun Gus Dur dados sesepuh kemawon. Amargi menawi dados sesepuh dipun suyuti dening para kawula. Nanging menawi dados pimpinan/presiden, upami kelentu tertamtu badhe dipun undomono.. Kecuali kalau Gus Dur punya pikiran, tidak mungkin mereka berani sama saya, bisa kualat. Mosok to Gus Dur.

Ny H Achmad

Blimbing Selatan Gg III/8 Pekauman, Tegal

***

Mohon Bantuan bagi Anak Tak Berkelamin

Saya ibu rumah tangga dan suami yang bekerja sebagai pedagang kaki lima. Saya mempunyai 2 orang anak laki-laki. Yang pertama berumur 4 tahun (sehat) dan kedua berumur 9 bulan (sehat). Tetapi anak kedua menderita kelainan yaitu tidak mempunyai ''burung'' layaknya anak laki-laki normal.

Dokter RS Kariadi Semarang menganjurkan dia dioperasi dengan biaya sekitar 8 juta. Akan tetapi kami tidak mampu untuk membiayai. Bersama surat ini saya mohon bantuan kepada Bapak/Ibu pembaca agar anak saya dapat dioperasi dan hidup normal.

Maryatun

Jl Tirtoyoso Rt 6/Rw 9, Nanggulan, Salatiga 50742

***

Klarifikasi Korban Pembacokan

Saya korban pembacokan yang beritanya dimuat di Suara Merdeka beberapa waktu lalu dengan judul ''Dendam, Subagyo Dibacok''. Saya kecewa dan perlu meluruskan. Dalam peristiwa tersebut saya tidak mengenal Ari Jonatan (tersangka), bahkan saya tidak datang ke rumahnya, apalagi ingin membeli obat seperti yang diberitakan.

Peristiwanya, ketika itu saya akan pergi ke pasar burung dan bertemu teman (Agung) di Jl Dawah, Cilacap. Sampai di pasar burung dia meminjam motor saya dengan alasan ke rumah temannya di Jl Kluwih. Setengah jam saya menunggu, tiba-tiba datang tersangka naik motor saya secara ugal-ugalan.

Saya tegur dengan mengatakan yang dia pakai adalah motor saya. Tetapi tersangka tidak terima dan marah. Saya tidak menanggapi karena tahu dia dalam keadaan mabuk. Apalagi saya tidak mengenal dan tidak berurusan dengannya.

Kemudian saya mencari teman di Jl Kluwih, namun tersangka sudah mengadang dan mengayunkan golok hingga melukai kepala dan tangan saya. Untung saat itu teman saya lewat yang kemudian menolong mengantar ke rumah sakit. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang menolong saya.

Subagyo

Jl Sirisidah Rt 3/Rw 5 Tritih Kulon, Cilacap

***

Sesama Kader Merasa Terharu

Pascapemilu dan penetapan anggota legislatif 8 Mei 2004 khususnya di Karanganyar diwarnai huru-hara dari kader Partai Golkar Tawangmangu. Mereka mengobrak-abrik ruang pertemuan, membakar kaos kuning, menjebol papan sekretaris, menyandera ketua DPD (SM tanggal 15 Mei 2004).

Hal tersebut karena diurungkannya caleg idola mereka, Sutrisno Hadi BA untuk ditetapkan sebagai caleg terpilih. Sesama kader saya terharu, sependapat untuk ditetapkan kalau yang bersangkutan memenuhi syarat, perolehan suara mencapai angka BPP.

Namun kalau tidak, haruslah sesuai perundang-undangan. SK KPU Pusat no 25 tahun 2004 perihal penetapan caleg termasuk bila mengundurkan diri, meninggal dunia, maka caleg nomor urutnya ditempati di bawahnya urut kacang.

Di DP 2 (Kerjo, Jenawi, Karangpandan, Ngargoyoso dan Tawangmangu) berdasarkan evaluasi, Partai Golkar memperoleh kursi tiga sedangkan caleg yang dipasang sebelas orang termasuk caleg no 2 Sukirno yang meninggal dunia karena sakit. Dengan demikian caleg no 4 Soegiyatmo HD naik menjadi nomer 3.

Dia berhak diusulkan penetapan oleh DPD Golkar dan KPUD. Mengenai kader yang mengatakan caleg tersebut kurang aspiratif, tidak mendapat dukungan akar rumput, itu hak mereka. Tetapi penetapannya prosedural, sudah bekerja menurut UU dan berhati-hati.

Soegiyatmo HD bekas Kades Kuto dua periode lebih populer dipanggil Geong. Kita tak perlu meri (Jw), jangan negatifnya, tetapi perlu dinilai positifnya. KPUD sudah bekerja menurut UU ibarat wasit yang tegas, tanggap dan sudah berhati-hati.

Marmanto BA

Kuto Rt 4/Rw 1, Kerjo Karanganyar

***

Kecewa, Kiriman Paket lewat PT BW Expres

Beberapa waktu lalu saya menerima kiriman paket dari kakak di Jakarta berupa HP Nokia Type 2300. melalui PT BW Expres yang berkantor Jl Dr Saharjo 87 Manggarai Selatan. Begitu sampai paket saya buka, ternyata HP tidak ada, tinggal dus pembungkus dan chesnya.

Hari itu juga saya menghubungi kakak yang langsung mengklaim ke PT BW Expres. Mereka menyatakan paket tidak dibuka, tapi langsung dibungkus kertas karton coklat rangkap dua kemudian dimasukkan dus dan diisolasi. Ada kejanggalan dari kertas pembungkus warna coklat terakhir (pembungkus pertama). Sebelah kanan dan kiri seperti habis dibuka dan ditutup kertas dengan logo PT BW Expres antipecah. Kalau untuk keamanan, kenapa logonya ditempel di dalam, mestinya di luar. Saat paket dibungkus oleh petugasnya tanpa sepengetahuan pengirim.

Paket sampai ke rumah saya, yang mengirim Dakota Expres bukan PT BW Expres, (sepertinya ingin melibatkan orang lain). Saya sudah menghubungi pihak PT BW Expres sampai 4 kali tapi tidak ada tanggapan dan jawabannya berbelit, kesannya seperti tidak bertanggung jawab. Untuk para pembaca, berhati-hatilah bila kirim barang.

Samsuri

Candi Pawon Slt Rt 7/Rw 1 Ngaliyan, Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA