| Jumat, 28 Mei 2004 | NASIONAL |
172 TKI Bermasalah Dipulangkan
KUALA LUMPUR- Sebanyak 172 tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah di Malaysia akhirnya dipulangkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Jacob Nuwa Wea. Mereka dipulangkan secara bergelombang. "Anda semua (para TKI-Red) adalah warga negara Indonesia. Jadi, kalau Anda saat ini sedang menghadapi masalah di negeri orang, maka pemerintah ikut bertanggung jawab. Sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah, dalam hal ini Depnakertrans akan segera memulangkan Anda semua ke Indonesia. Semua biayanya ditanggung pemerintah," kata Menakertrans saat mengadakan pertemuan dengan para TKI tersebut di aula Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia di Kuala Lumpur, kemarin (27/5). Dalam pertemuan itu Menakertrans didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan Sri Redjeki, Nurdiyati Atma (anggota Komisi VII DPR RI), Dwi Riya Latifa (anggota Komisi II DPR RI), dan Dubes RI untuk Malaysia Rusdiharjo. Mendengar pernyataan Menakertrans tersebut, para TKI langsung bersorak. Raut wajah mereka berbinar-binar, tak kuasa menahan rasa senang. Di antara mereka ada yang langsung berangkulan, pertanda senang akan segera pulang ke Tanah Air dan kampung halamannya. "Hore, akhirnya kami bisa pulang. Hidup Pak Menteri. Hidup Pemerintah Indonesia." Wartawan Suara Merdeka Mohammad Saronji semalam melaporkan dari Kuala Lumpur, Malaysia, untuk memulangkan TKI sebanyak itu Depnakertrans mengalokasikan dana sebesar Rp 140 juta. Uang tersebut Jumat (hari ini) akan langsung ditransfer ke KBRI Malaysia, untuk digunakan pengurusan administrasi dan pembelian tiket pesawat terbang. Para TKI bermasalah itu selama ini bertempat tinggal sementara di Gedung KBRI. Mereka yang semuanya wanita itu menempati ruangan besar di lantai II, dan tiga ruangan di lantai I. Kasus yang menimpa mereka bermacam-macam. Ada yang bekerja tidak dibayar, ditipu agen penyalur, sampai disiksa oleh majikannya seperti yang dialami oleh Nirmala Bonat (19), TKW asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menakertrans mengharapkan, bagi TKI yang dokumennya sudah lengkap dipulangkan hari Jumat ini juga. Bagi mereka yang dokumennya masih bermasalah dan kurang lengkap agar diselesaikan dulu. "Yang jelas, kalau bisa pemulangan mereka secara bergelombang dalam jumlah banyak. Jadi, jangan satu dua TKI. Ini biar proses pemulangannya mudah dan efektif." Jika para TKI sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, lanjut dia, mereka diminta tidak segera pulang ke rumah masing-masing. Karena di bandara internasional itu para TKI akan dijemput oleh petugas dari Depnakertrans. Setelah itu, mereka akan diantarkan pulang sampai ke rumah masing-masing. "Jadi, jika TKI rumahnya Sumatera atau Nusa Tenggara Timur, ya naik pesawat lagi ke provinsi masing-masing. Nanti petugas saya (Depnakertrans) yang akan mengurus itu semua. Ciri-ciri orang yang akan menjemput Anda semua nanti berpakaian cokelat seperti ini," ujar Jacob Nuwa Wea sambil menunjuk salah seorang stafnya. Dalam pertemuan itu, Menakertrans meminta para TKI tersebut tidak lagi dipekerjakan lagi di negeri jiran tersebut. "Biar para TKI pulang saja ke Indonesia. Lebih baik makan ubi di negeri sendiri daripada mendapat janji-janji gaji besar di negeri orang, tapi hanya impian." Mengenai gaji TKI yang hingga sekarang belum dibayar, dia berjanji akan membantu menguruskan. Namun dengan catatan, mereka berangkat sebagai TKI melalui PJTKI yang legal. "Kalau PT-nya jelas dan terdaftar di Depnakertrans, saya jamin gajinya akan aman dan terbayar. Saya akan memerintahkan pada PT yang bersangkutan untuk bertanggung jawab atas gaji para TKI bermasalah ini." Kamis kemarin, petugas kedutaan langsung mendata satu per satu TKI bermasalah tersebut. Pendataan itu dimaksudkan untuk pengurusan dokumen kepulangan, masalah yang dihadapi, serta mengurus gaji mereka. Hingga semalam, pendataan masih dilakukan. Dari jumah 172 TKI bermasalah tersebut, pendataannya belum mencapai separo. Rencananya, pendataan diteruskan Jumat (hari ini). Dubes Rusdiharjo menyatakan terima kasih atas langkah cepat yang ditempuh Depnakertrans tersebut. Dia berjanji akan mempercepat proses pemulangan mereka. "Jika semua dokumennya sudah lengkap, mereka akan langsung kami terbangkan ke Jakarta." Pada kesempatan itu, Nurhayati Atma (anggota Komisi VII DPR RI) mengingatkan semua pihak untuk tidak sembarangan mengirimkan TKI ke luar negeri. Mereka yang sudah bermasalah, hendaknya tidak dikirim lagi. "Kerja di negeri orang realitasnya tidak selalu menyenangkan. Saya berpendapat, lebih baik makan tidak makan kalau kumpul. Daripada bekerja di luar negeri tapi nasibnya seperti ini. Ini sungguh-sungguh memalukan," tandasnya. Membaik Sementara itu, perkembangan kondisi kesehatan Nirmala Bonat sudah mulai membaik. TKW yang disiksa majikannya secara sadis di Malaysia itu kemarin sudah pulang dari Rumah Sakit Kuala Lumpur. Sebagaimana teman-teman TKI bermasalah lainnya, Nirmala juga bertempat tinggal sementara di KBRI. Hanya setelah pulang dari rumah sakit, dia ditempatkan di ruang yang dirahasiakan kedutaan. "Tadi (kemarin-Red) Nirmala sudah kembali dari rumah sakit. Dia tidak boleh bertemu dengan wartawan. Ini untuk menjaga agar proses pemulihan kesehatannya tidak terganggu," kata Kabid Penerangan KBRI, Budhi rahardjo, kepada para wartawan, semalam. Ibu Nirmala, Ny Martha Toni, dan pamannya, Daniel Bire, semalam masih berada di kedutaan. Mereka akan tinggal di Kuala Lumpur dalam batas waktu yang tidak ditentukan. Pihak kedutaan memberikan keleluasaan bagi mereka untuk tinggal di KBRI. (D10-58t) | ||||