| Jumat, 28 Mei 2004 | INTERNASIONAL |
INTERMESODihukum Saksikan OperasiBUENOS AIRES - Banyak cara bisa dilakukan sebagai hukuman untuk membuat pelaku kejahatan jera. Dan sebagai bagian dari hukuman karena menabrak dan menewaskan anak 11 tahun, seorang sopir bus Argentina harus menyaksikan operasi yang dijalani si korban, kata seorang hakim pekan lalu. ''Langkah ini merupakan peringatan hukum penting bagi orang-orang yang melanggar peraturan transit,'' kata Hakim Cesar Raul Jimenez dari Provinsi Misiones, sebelah utara Argentina. Dia menyebut hukuman yang tidak biasa itu sebagai ''langkah mendidik''. Ramon Rodriguez Dos Santos (44) didakwa melakukan pembunuhan tidak direncana setelah bus yang dikemudikannya bertabrakan dengan skuter anak tersebut. Hakim juga melarangnya mengemudi selama lima tahun dan mengenakan hukuman percobaan selama dua tahun penjara. Dos Santos kini harus menjalani tes psikologi dan fisik untuk menjamin dia tidak trauma menyaksikan operasi.(rtr-niek-46) Satu Peluru Dua Korban LONDON - Tindakan yang berlebihan kadang bisa berakibat fatal. Itulah yang dialami Ian Davis dari Inggris ini. Pengangguran berusia 27 tahun itu Selasa lalu dinyatakan bersalah telah melakukan pembunuhan ganda. Dia dituduh membunuh dua orang di ruang berbeda pada satu pesta dengan satu peluru. Awalnya, Davis menembak disc jockey pesta itu yang ingin pulang lebih dulu. Malangnya, peluru itu melesat menembus dinding dan mengenai kepala orang kedua selama pesta Malam Tahun Baru di London timur pada 1 Januari 2002. Jaksa John Bevan mengatakan, DJ Ashley Kenton (22) ingin meninggalkan pesta karena pertengkaran selama sore itu. Davis melarang dia pergi dan menembaknya. Peluru itu juga mengenai peserta pesta Wayne Mowatt (29). ''Dia mengarahkan senapannya ke Kenton dan menembak lehernya,'' kata Bevan kepada pengadilan Old Bailey, London. ''Peluru tersebut menembus lehernya dan dinding eternit menuju ruang lain dan menghantam kepala Mowatt.'' Davis, yang ditangkap September 2003 setelah melarikan diri ke California, menghadapi dua hukuman seumur hidup ketika dia divonis bulan depan. Inspektur Detektif Andy Shrives, dari Kepolisian Metropolitan, mengatakan, ''Ini merupakan serangan pengecut yang tampaknya hanya disulut oleh kenyataan bahwa Davis yakin Kenton tidak menghormatinya dengan ingin meninggalkan pesta lebih dulu.(rtr-niek-46) Pemilik Porsche Tak Setia BERLIN - Jangan mudah percaya pada pria yang memiliki mobil berkecepatan tinggi. Menurut survei yang dipublikasikan majalah Jerman Men's Car, para pengemudi mobil Porsche tidak begitu setia dibandingkan dengan kelompok pemilik mobil lain. Berdasar survei tersebut, hampir 50 persen pengemudi Porsche menipu pasangan mereka. Di antara kaum pria Jerman, para penegmudi Porsche paling tidak setia, dengan 49 persen dari mereka mengakui ketidaksetiaan mereka, disusul pengemudi BMW sebanyak 46 persen. Di antara kaum wanita, pengemudi Audi kurang dapat dipercaya, 41 persen responden mengakui melakukan selingkuh. Kelompok paling setia adalah pemilik mobil Opel-Vauxhall, dengan hanya 31 persen pengemudi pria dan 28 persen pengemudi wanita di Jerman mengaku selingkuh. Survei tersebut diadakan oleh institut jajak pendapat Gemis yang bermarkas di Hamburg, yang menanyai 2.253 pengemudi pria dan wanita berusia 20 sampai 50 tahun.(rtr-niek-46) |