logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 28 Mei 2004 INTERNASIONAL
Line

Pemerintahan Singh Ingin Berdamai dengan Pakistan

NEW DELHI - Pemerintah baru India bertekad melanjutkan reformasi ekonomi dan mewujudkan perdamaian dengan Pakistan. Tekad itu diungkapkan Kamis kemarin, setelah koalisi yang berkuasa menghapus beberapa perbedaan pandangan di antara mereka.

Ada beberapa kejutan dalam rencana kebijakan untuk lima tahun ke depan itu, yang disebut ''Program Minimum Bersama''. Perumusan rencana tersebut diselesaikan Rabu malam, setelah perundingan panjang antara koalisi pimpinan Partai Kongres dan kubu komunis.

Meskipun ada pandangan yang condong berhaluan kiri dalam dokumen tersebut, komitmen pada reformasi dan pertumbuhan tetap kuat. Pemerintah juga mengatakan akan memperbarui hubungan dengan negara-negara Arab.

Itu menunjukkan, pemerintahan baru yang dipimpin PM Manmohan Singh (Partai Kongres) tidak sama dengan kecenderungan pemerintahan sebelumnya yang pro-Israel.

''Aliansi Progresif Bersatu menegaskan kembali komitmennya pada reformasi ekonomi dengan wajah manusiawi, yang mendorong pertumbuhan, investasi, dan lapangan pekerjaan,'' kata seorang jubir pemerintah.

Namun dokumen tersebut juga menyatakan tidak akan melakukan swastanisasi pada perusahaan negara yang menguntungkan, sementara usulan-usulan untuk menjual perusahaan negara yang merugi akan dipertimbangkan kasus per kasus.

Anggaran untuk pendidikan bakal ditambah, dan kebijakan suku bunga akan memberikan insentif bagi warga negara lanjut usia.

Perlu Dana Besar

Para pemain di bursa efek India mengatakan, kebijakan tersebut telah diperkirakan banyak kalangan, sehingga harga saham tidak naik. Menurut para pengamat, kebijakan itu bertujuan baik.

Namun para pengamat tidak yakin, pemerintahan Singh punya dana cukup untuk melaksanakan kebijakan tersebut.

''Penambahan alokasi dana untuk infrastruktur sosial tentu saja disambut baik. Namun itu pasti menimbulkan pengeluaran tambahan,'' kata Shubhada Rao, pimpinan Bank of Baroda, Bombay.

''Kini, dengan privatisasi yang kurang lebih berasal dari perhitungan anggaran, maka telah menjadi kewajiban mutlak untuk memperluas basis pemungutan pajak guna menambah pendapatan pemerintah,'' tambahnya.

Partai Kongres mengatakan tidak menginginkan partai-partai komunis - yang tidak menjadi bagian pemerintah, tetapi mendukung dari luar - menciptakan rintangan terhadap pelaksanaan pemerintahan.

''Mereka mendukung kami dari luar. Kandidat mereka akan menjadi ketua parlemen. Maka saya kira, kita tidak punya alasan untuk khawatir atau dikecewakan,'' kata Ambika Soni, juru bicara Partai Kongres.

Dekati Dunia Arab

Kebijakan ''Program Minimum Bersama'' itu menyebutkan, India akan tetap komit pada perjuangan Palestina mendapatkan tanah airnya, dan hubungan dengan negara-negara Arab akan diperbarui.

Koalisi sebelumnya pimpinan BJP (nasionalis Hindu), yang menderita kalah secara mengejutkan dalam pemilu, menjalin persahabatan erat dengan Israel. Kedua negara itu bersekutu dalam perang melawan kaum militan.

Pemerintah baru India itu juga mengatakan akan melanjutkan proses perdamaian dengan musuh bebuyutannya, Pakistan. Tetapi dokumen kebijakan itu tidak memberikan perincian lebih lanjut.

Saham-saham India ditutup dengan penurunan rata-rata setengah persen. Para analis dan pialang mengatakan, agenda ekonomi tersebut menunjukkan langkah reformasi yang lebih lambat.

''Program Minimum Bersama disusun dengan lebih bagus. Namun, tidak ada kejutan baru,'' kata Nandan Chakraborty, kepala riset Enam Securities. (rtr-ben-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA