logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Mei 2004 SEMARANG
Line

7.000 Kendaraan Meriahkan Pesta Otomotif

SEMARANG- Pesta Otomotif yang digelar oleh Paguyuban Otomotif Semarang (Pose) bekerja sama dengan G2 Sport Organizer mulai Sabtu (22/5) hingga Minggu (23/5) kemarin, semakin meriah. Sekitar 7.000 kendaraan yang terdiri atas 1.000 mobil, 2.000 motor, dan 3.500 vespa memenuhi halaman Balai Kota Semarang dan Jalan Pemuda.

Mereka berasal dari 162 klub otomotif di 41 kota di Jawa dan Sumatera. Acara tersebut semakin meriah dengan adanya hiburan, baik musik maupun ketangkasan mobil dan motor.

''Klub otomotif dari Semarang saja yang ikut sebanyak 84. Sedangkan dari luar kota sebanyak 78. Hingga saat ini, sudah sekitar 7.000 kendaraan yang memadati halaman Balai Kota dan Jalan Pemuda,'' ujar Adi Priyatno, ketua panitia pelaksana.

Para penggemar, pelaku, dan pemerhati otomotif di Semarang sangat dimanjakan dengan acara tersebut. Mereka bisa menikmati berbagai mobil dan motor yang dimodifikasi penuh gaya dan kreativitas. Tidak sedikit pengunjung Pesta Otomotif yang terkagum dan terpesona baik dengan mobil yang canggih maupun motor antik yang dipamerkan klub-klub anggota Pose. Bahkan, semakin siang para pengunjung semakin banyak. Mereka tidak beranjak dari halaman Balai Kota Semarang, walau panas matahari semakin menyengat. Para pengunjung tetap asyik menikmati aneka ragam jenis motor serta mobil yang dipamerkan mulai dari yang tua, unik, besar, kecil, kuno hingga yang modern.

Namun, dari sekian kendaraan yang dipamerkan, mobil dan motor tua masih menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Tidak tanggung-tanggung, mobil mantan Presiden Pertama RI, Soekarno, pun dipajang di pameran tersebut. Mobil sedan Ford Galaxie tahun 1962 yang menjadi inventaris di Istana Presiden Cipanas Bogor itu dipakai Soekarno pada tahun 1965. Kondisi mesin dan body mobil yang memiliki nilai sejarah itu masih terawat secara baik. Sebab, pemiliknya memang benar-benar penggemar mobil tua yaitu Edwin Sanjaya yang kebetulan Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Semarang.

Selain itu, motor tua yang juga menarik pengunjung adalah Harley Davidson jenis WLA buatan tahun 1941. Motor buatan Amerika Serikat saat Perang Dunia II yang didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah Belanda itu sebagian besar onderdilnya masih asli.

Motor tua tersebut cukup kontras disandingkan dengan motor Harley Davidson keluaran terbaru yang juga dipamerkan.

Motor tua lainnya yang tak kalah unik adalah Norton buatan tahun 1947 dan Triumph tahun 1951. Keduanya merupakan buatan Inggris. Jenis motor Triumph tersebut sangat langka. Sebab, di Indonesia cuma ada dua yang memilikinya.

Anggota Pose yang ikut pameran antara lain Moces (motor ceper), IMBI (Ikatan Motor Besar Indonesia), Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), Impas (motor prima), Osram (motor Supra), TKCI, Ketombe Club, Tiger, BMCI, MACI, PPMKI, MC (Megapro Club) dan lainnya. Sedangkan klub-klub dari luar Semarang berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Pemalang, Magelang, Kutoharjo, Purworejo, Majalengka, Jepara, Kudus, Comal, Tegal, Lampung dan lainnya.

Dalam acara tersebut, Tim Suara Merdeka memperlihatkan kebolehannya dalam mengemudi di acara slalom test yang dilangsungkan di Jalan Pemuda. Aksi ketangkasan mengemudikan mobil tersebut cukup menarik perhatian masyarakat karena dipenuhi dengan atraksi-atraksi yang memukau. Selain itu, juga digelar Drag Bike Harley Davidson di tempat yang sama. Namun, Drag Bike tersebut hanya eskpedisi antaranggota klub HDCI Semarang.

Sebelum Pesta Otomotif berakhir, panitia memberi penghargaan terhadap peserta. Semarang Otomotif Club keluar sebagai The Best Motorcycle Performance dan Up 17 Semarang menyandang sebagai The Best Auto Car Performance. Sedangkan motor RX King H 4422 RS milik Hendro Cahyono dari Semarang RX King Club keluar sebagai The Best Motorcycle Performance perorangan. Untuk The Best Auto Car Performance perorangan diraih Ilham dari Indonesian Starlet Club Semarang.

Pesta Otomotif tersebut diakhiri dengan konvoi bersama para peserta, baik motor maupun mobil di jalan-jalan protokol Semarang. Raungan knalpot, bunyi klakson dan sirene dari kendaraan peserta Pesta Otomotif menggema di udara Kota Semarang. Sekitar 7.000 kendaraan pun membelah jalan-jalan di Semarang. Benar-benar Pesta Otomotif yang mengesankan. (H13-45)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA