SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Senin, 17 Mei 2004

- Tragedi berdarah dan kerusuhan pada Mei 1998 menjadi awal dari era reformasi. Kejatuhan rezim Soeharto yang harus dibayar mahal dengan korban tewas dan luka-luka, termasuk empat mahasiswa Universitas Trisakti, menjadi tonggak sejarah baru bagi perjalanan bangsa Indonesia. Selama 53 tahun sejak Indonesia merdeka tahun 1945 kita diperintah oleh dua rezim, yakni Soekarno dan Soeharto.

- Terlalu sederhana kalau kita hanya melihat keheningan suasana di Istora Senayan, Jakarta, sebagai perubahan drastis dari ingar-bingar pendukungan, setelah heroisme diluruhkan oleh kekalahan di dua partai penentu: Candra Wijaya/ Tri Kusharijanto dan Simon Santoso. Apakah kekalahan pertama dari 13 pertemuan dengan tim Denmark itu hanya dirasakan oleh sekitar 5.000 penonton Istora?

 

POLEMIK tentang Ujian Akhir Nasional (UAN) seperti yang dipublikasikan di media massa belakangan ini melengkapi sejumlah kritik terhadap sistem dan model pendidikan nasional. UAN hanyalah problem teknis-metodis yang terkait dengan cara evaluasi dan standarisasi. Lebih dari itu, pendidikan nasional menyimpan masalah paradigmatik yang sangat serius.

MINAT terhadap bacaan mampu "mencerdaskan bangsa". Apa iya? Katakanlah tesis ini benar. Artinya, Mbok Sri penjual nasi pecel, Pak Ridwan petani penggarap, Mas Karyo penjual batik keliling adalah manusia-manusia yang tidak cerdas--untuk tidak mengatakan bodoh. Sebab, mereka jarang bahkan tidak pernah membaca buku.

Guru Bantu yang ditugaskan di SMP Ma'arif Karanggedang, Karanganyar Purbalingga meninggal dunia pada tanggal 29 April 2004 di RS Prof dr Margono Sukardjo Purwokerto karena kecelakaan dalam perjalanan setelah menunaikan tugas mengajar.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA