| Senin, 17 Mei 2004 | SALA |
Dukung-mendukung Capres Tak Sesuai Khittah 1926KLATEN - Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Klaten HM Jazuli A Kasmani menyesalkan fungsionaris NU yang melakukan aksi dukung-mendukung salah satu calon wakil presiden dari NU. Aksi dukung-mendukung itu menurut dia tidak sesuai dengan Khittah NU 1926. ''Saya harap kader NU tetap pada Khittah 1926, yaitu NU harus menjadi organisasi sipil yang andal. Seperti kata KH MA Sahal Mahfudh yang mengatakan NU harus netral dalam pemilihan presiden mendatang,'' papar Jazuli, belum lama ini. Dia kemudian mengutip kalimat yang pernah dilontarkan Rais Aam Pengurus Besar NU Sahal Mahfudh, yakni NU harus bersikap netral dalam pilpres mendatang, karena langkah itulah yang paling sesuai dengan Khittah 1926. NU adalah organisasi massa yang menekuni bidang keagamaan dan sosial. ''Saya menyesalkan pernyataan fungsionaris NU yang mendukung kader NU yang jadi cawapres. Jika NU cuma digunakan untuk dukung-mendukung salah satu cawapres, saya khawatir hal itu akan mengaburkan Khittah 1926,'' ujar Jazuli yang juga menantu pengasuh Pondok Pesantren Al Muttaqien Klaten, KH Muslim Imampuro, atau yang dikenal dengan sebutan Mbah Lim. Dia menegaskan, dukungan pada salah satu cawapres harus dilihat dari sudut AD/ART. Para fungsionaris NU harus memberikan pandangan dari sisi organisasi yang tepat, bukan menyampaikan pendapat yang justru membawa ke pemahaman yang mengaburkan Khittah 1926. Jazuli mengungkapkan, sejauh ini jajaran NU mulai PBNU sampai dengan tingkat ranting NU tidak ada yang menerima instruksi untuk mendukung salah satu cawapres. PBNU bahkan membebaskan warga nahdliyyin untuk memilih dan dipilih oleh siapa pun. ''Gerakan masyarakat warga NU untuk memurnikan NU dari kepentingan politik harus terus disuarakan, agar NU tidak jadi ruang dagang politik para fungsionarisnya,'' kata Jazuli. Dia menandaskan, fungsionaris NU ataupun NU sendiri tidak berhak menilai para kadernya secara orang per orang, termasuk kekurangan dan kelebihan mereka. Menurut dia, semua warga NU memiliki kemampuan di bidang masing-masing sesuai dengan posisi di mana mereka berada. (F5-49k) |