logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 17 Mei 2004 SALA
Line

Warga NU Bebas Memilih Capres

  • Hasil Pertemuan PDI-P - PCNU

SRAGEN-Pertemuan penting kubu PDI-P dan PC Nahdlatul Ulama (PCNU) yang digelar di Sragen tidak menghasilkan keputusan penting. Juga tidak ada ajakan atau imbauan agar kaum nahdliyyin memilih pasangan capres Megawati dan cawapres KH Hasyim Muzadi.

''Memang tidak ada keputusan resmi PC NU yang meminta nahdliyyin mencoblos capres tertentu. Mereka bebas, mau nyoblos siapa saja boleh,'' tutur Rois Syuriah PC NU Zubair Al Macca, kemarin.

Pertemuan diduga membahas upaya pemenangan calon presiden Megawati dan pasangannya, KH Hasyim Muzadi. Pertemuan digelar di Kantor Bimbingan Haji NU, Kampung Kauman, Kamis petang.

Ketua PC NU Drs Muh Fadlan bersama ratusan kiai dijadwalkan berangkat ke PW NU Jateng di Semarang, untuk membahas soal arah dukungan NU dalam pemilihan presiden dan wakil presiden pada 5 Juli mendatang. Sebelum berangkat ke Semarang, para kiai belum mengambil keputusan bulat siapa calon presiden dan calon wapres yang akan mereka pilih kelak.

Pilih Hasyim

Namun, tokoh berpengaruh Rois Syuriah PC Nahdlatul Ulama Sragen KH Zubair Al Macca secara pribadi mendukung pencalonan Megawati - KH Hasyim Muzadi. Selain sudah mengenal baik Ketua Umum PB NU KH Hasyim Muzadi itu, Zubair Al Macca ternyata masih mempunyai hubungan besanan dengan KH Hasyim Muzadi.

Sebab putri ketiganya, J Farah Al Macca, dipersunting Latif Gozali yang juga keponakan KH Hasyim Muzadi.

''Secara pribadi saya memilih pasangan Megawati - KH Hasyim Muzadi,'' katanya.

Sebelumnya, Kamis petang penasihat PDI-P H Untung Wiyono dan Ketua DPC PDI-P Agus Wardoyo bertemu para ulama Nahdlatul Ulama KH Minanul Azis, Syamsuri MAg, Drs Muh Fadlan, KH Habib, KH Umar dan KH Maksum. Sebuah sumber mengungkapkan, pertemuan itu diharapkan menghasilkan keputusan untuk mendukung Megawati dan KH Hasyim Muzadi yang juga Ketua Pengurus Besar NU.

Namun, yang terjadi rapat tidak mengambil keputusan apa pun. Para kiai menghargai hak sesama warga NU.

Sebab, pasangan capres dari Partai Golkar Wiranto juga berpasangan dengan Gus Sholah, yang juga warga NU.

''Daripada NU pecah, dibebaskan saja, silakan memilih siapa saja terserah,'' tandas kiai yang mengikuti pertemuan itu. (nin-49k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA