| Senin, 17 Mei 2004 | SALA |
Penambangan Liar Harus DihentikanKARANGANYAR-Bupati Hj Rina Iriani SR Spd Mhum meminta masyarakat Desa Khoripan, Kecamatan Matesih menghentikan penambangan pasir dan batu liar di wilayah itu. Jika tidak dihentikan, selain Pemkab, masyarakat sendiri yang akan menanggung akibatnya. ''Saya tidak mau tahu, pokoknya penambangan ini harus dihentikan,'' tandas dia di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) dan dialog dengan para pekerja tambang di Desa Khoripan, kemarin. Penambangan pasir dan batu liar yang berlangsung di empat dukuh, yaitu Khoripan, Dukuh, Ganoman, dan Kemiri hingga kini masih terjadi. Menurut Kades H Sugiyatno Spg, penambangan liar dimulai sekitar pertengah 1970-an di lahan pertanian seluas 6.500 m2 milik almarhum Darmo Mulyono dan sebagian tanah kas desa. ''Meski Pemkab dan aparat desa pernah melarang dan sempat melakukan penghijauan di lokasi penambangan, masyarakat tetap melakukan penggalian hingga kini. Alasan mereka, tidak ada pekerjaan lain. ''Meski dilakukan di sebagian tanah kas desa, kami tidak pernah menarik pungutan,'' kata dia ketika ditemui di lokasi penambangan. Padahal akibat penambangan itu, lanjut dia, jalan utama Kecamatan Matesih sempat longsor. Di samping itu, paling tidak sudah tercatat tiga pekerja tambang tewas akibat kelongsoran. Kini kegiatan penambangan di sepuluh titik lokasi yang mempekerjakan sekitar 400 orang yang sebagian besar perempuan itu, mengancam kondisi jalan-jalan utama kecamatan. Akibat penambangan liar itu, dataran tinggi yang semula areal pertanian yang subur itu kini berubah tandus dengan kedalaman sekitar 10 meter. ''Batu dan pasir hasil penambangan yang dinilai berkualitas baik itu dijual ke beberapa daerah seperti Solo, Sukoharjo, Sragen, dan Boyolali. Selain sebagai bahan pembuatan ubin, batu dan pasir tersebut juga langsung digunakan untuk membangun rumah. Setiap hari paling tidak diangkut 10 hingga 15 rit,'' tuturnya. Pekerja Didata Selain melarang penambangan liar, Bupati Rina Iriani juga meminta pihak kecamatan untuk mendata para pekerja. ''Alasan penambangan itu kan karena tidak ada pekerjaan lain. Maka, untuk solusi yang tepat Pemkab akan mencoba mencarikan pekerjaan lain,'' ujar Bupati. (G8-49k) |