logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 17 Mei 2004 SALA
Line

Pasar Oleh-oleh Berubah Isi

JONGKE - Pasar Oleh-oleh makanan khas Solo yang terletak di kawasan Jongke, Kecamatan Leweyan kini berubah isi. Tak hanya telepon selular yang menjejali satu-dua kios. Kalau merujuk ke beberapa spanduk yang terpasang di beberapa tempat jualan itu, tercantum dagangan jam, sepatu dan tas, bahkan layanan kredit.

"Melayani kredit, syarat mudah, proses cepat." Demikian sepenggal kalimat pada spanduk yang terpampang di sela-sela kios yang menjual tengkleng, soto, dan makanan lainnya.

Padahal, saat diresmikan tahun 2000 oleh Ir Tedjo Suminto yang ketika itu menjabat Plt Wali Kota Surakarta, dagangan dan pedagang yang bisa berjualan di pasar itu harus mengikuti seleksi ketat.

"Seharusnya, yang bisa masuk ke pasar itu makanan dan oleh-oleh yang memang khas Solo, seperti tengkleng, serabi dan intip. Kalau sekarang ada yang menjual handphone, ya sudah sangat menyalahi tujuan semula," kata Zaenal Arifin, mantan anggota tim penyeleksi pedagang Pasar Oleh-oleh itu.

Dia yang juga anggota DPRD Kota menandaskan, komitmen awal pembangunan pasar tersebut, yakni agar Solo mempunyai lokasi yang bisa dikunjungi wisatawan yang ingin membeli tanda mata dari kota itu. Angan-angannya, seperti pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran Semarang atau di daerah Patuk, Yogyakarta.

Karena itu, kemudian dibentuk tim untuk melakukan berbagai kajian dan persiapan. Salah satunya, ada tim yang menyeleksi pedagang makanan yang akan ditawarkannya. Karena terbatasnya kios (sekitar 20 kios), banyak pedagang yang mengajukan permohonan ditolak.

Seorang pedagang di Pasar Oleh-oleh yang keberatan dikutip namanya mengungkapkan, beberapa kios di tempat tersebut memang disewakan oleh pedagang lama kepada orang lain.

Dalam hubungan ini, Kasubdin Kebersihan dan Pemeliharaan Pasar Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Ir Yob S Nugroho mengemukakan kurang tahu permasalahan alih fungsi beberapa kios di pasar tersebut. Menurutnya, Kasi Penataan Los dan Kios DPP Drs Sunarman lebih mengetahui masalah penempatan pedagang di kios. Namun, ketika dia dihubungi di rumahnya, salah seorang anggota keluarganya mengatakan dia sedang istirahat dan tak bisa diganggu. Adapun Kepala DPP Drs Rusmanto MM ketika dihubungi, ponselnya tidak aktif. (D11,G18-80k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA