logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 17 Mei 2004 SALA
Line

"Akhirnya Kami Bisa Merehab Sekolah"

KEDATANGAN serombongan karyawan Bank Indonesia (BI) Cabang Solo ke SMP Dharma Pancasila Kelurahan Mojosongo, kemarin, seperti melengkapi kebahagiaan segenap para karyawan, siswa, dan orang tua wali murid sekolah tersebut.

Kepala Bidang Pembayaran BI Cabang Solo Zainal Asikin menyerahkannya bantuan berupa material dan uang Rp 10 juta kepada Kepala SMP Dharma Pancasila Putra Haloman Hasibuan. Penyerahan dilakukan secara simbolis karena sebelumnya bantuan itu sudah dikimkan lebih dulu.

"Berkat bantuan itu kami bisa merehab bangunan sekolah," ujar Putra Haloman Hasibuan.

Bagi SMP Dharma Pancasila, bantuan dari BI yang diberikan kemarin memang sangat berarti. Apalagi jika mengingat kondisi bangunan sekolah tersebut yang pada beberapa bagian memang sudah mulai rusak.

Selain dinding dan lantainya ada yang retak dan bolong-bolong, sejumlah kaca jendela sekolah juga ada yang pecah. Akibatnya, ketika hujan turun saat pelajaran masih berlangsung, air hujan akan masuk ke dalam kelas dan mengganggu kegiatan pembelajaran.

"Karena itu, sebenarnya rehabilitasi menjadi hal yang mendesak bagi sekolah kami yang berdiri pada 1986. Namun, karena kemampuan sekolah kami tidak memungkinkan untuk melakukan itu, sebelum ada bantuan dari BI, rehab sepertinya hanya berhenti dalam sebatas keinginan," ujarnya.

Memprihatinkan

Barangkali apa yang dikemukakan Putra bukanlah mengada-ada. Setidaknya dari data statistik yang dia perlihatkan, kondisi sekolah yang mempunyai 40 murid dari tiga kelas tersebut memang memprihatinkan.

Yang ironis, kekurangan itu bukan hanya menyangkut sarana dan prasarana saja, melainkan juga menyangkut kondisi dari siswanya yang sebagian besar dari kalangan keluarga kurang mampu.

"Meski kami sudah berusaha membantu siswa dengan membebaskan uang gedung, kenyataannya untuk membayar SPP saja banyak yang sering terlambat tiga hingga empat bulan. Dan kami harus maklum, karena memang begitulah kondisi mereka," ungkapnya.

Dengan kenyataan demikian, rasanya merehabilitasi sarana dan prasarana adalah hal yang muskil dilakukan sekolah tersebut, kecuali ada uluran tangan seperti yang dilakukan BI.

"Bantuan itu diberikan karena memang kondisi bangunan SMP ini memprihatinkan. Sekaligus sebagai bentuk kepedulian BI untuk ikut andil dalam peningkatan pendidikan," jelas Zainal Asikin dari BI.(Wisnu Kisawa-14j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA