| Senin, 17 Mei 2004 | SALA |
Perampok Terus BeraksiBANJARSARI - Kasus perampokan yang menimpa Ny Darni (50) di Jalan S Parman, Banjarsari, Solo, tampaknya masih belum menemukan titik terang, siapa di balik kasus yang sempat menghebohkan di seputar Stasiun Balapan Solo, sepekan lalu itu belum diketahui. Pihak kepolisian yang tengah menangani kasus tersebut sebenarnya sudah melakukan langkah semestinya, yaitu selain telah meminta keterangan korban dan saksi, beberapa orang yang dicurigai sebagai pelaku pun telah diinterogasi. Sejumlah orang yang sempat diperiksa, akhirnya dilepas karena tidak cukup bukti. Jauh sebelum perampokan itu menimpa Ny Darni, tukang pijat yang kerap mangkal di Stasiun Balapan Solo tersebut, beberapa minggu sebelumnya kasus serupa juga dialami Ny Suparmi alias Prenjak (51), di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Kampus Universitas Tunas Pembangunan (UTP). Prenjak yang setiap hari membuka warung kecil, nasibnya tidak jauh berbeda dari Ny Darni. Sebelum harta bendanya dirampok, keduanya terlebih dahulu dianiaya. Berdasarkan hasil penyidikan, modus kejahatan yang menimpa orang kecil itu dicurigai pelakunya sama. Namun Kapolsekta Banjarsari AKP Bambang Susilo SH belum dapat menjelaskan secara detail. "Kami masih menunggu hasil pengembangan anggota yang kini tengah menyelidiki kasus tersebut secara intensif," tandasnya. Dua kasus yang cukup menonjol itu, lanjut dia, menjadi prioritas yang mestinya segera terungkap. "Setidaknya, setelah ada dua kejadian di wilayah Banjarsari itu kami merasa prihatin. Pelaku kejahatan kini tidak hanya mengincar korban yang membawa uang cukup banyak, tetapi sasarannya juga orang-orang kecil." Pencurian dengan kekerasan yang akhir-akhir ini terjadi, tambah Bambang, perlu diwaspadai karena para pelaku biasanya baru beraksi ketika korbannya lengah. "Modusnya tidak lain berpura-pura memanfaatkan jasa korban. Setelah ada kesempatan, pelaku baru beraksi dengan cara melumpuhkan kemudian mengambil barang berharga milik korban," jelasnya. Trauma Ny Darni yang kemarin masih terbaring di RS Dr Moewardi, Jebres, tampaknya masih taruma atas musibah yang dialaminya. Ditunggui keluarganya, Ny Darni yang dikenal sebagai tukang pijat payung itu berharap pelakunya segera terungkap. Kondisi korban berangsur-angsur membaik setelah tiga hari mengalami koma sejak dia dianiaya dan perhiasannya dirampok, Minggu (10/5) malam lalu. Ditemui di ruang Mawar 2, jika mengingat peristiwa yang dialaminya, Ny Darni akan menangis. Tak aneh, karena selain harus menjalani perawatan di rumah sakit, semua perhiasannya berupa cincin, gelang, dan kalung yang beratnya 28 gram hilang diambil perampok. Padahal harta benda tersebut diperoleh dengan kerja keras. Apa yang dirasakan tukang pijat yang tinggal di Minapadi, Banjarsari, Solo itu rupanya beragam. Selain semua perhiasannya hilang, dia harus menanggung beban biaya rumah sakit yang kabarnya cukup besar. Keluarga Ny Darni yang hidup sederhana itu masih berharap uluran tangan dari berbagai pihak. (G11-74n) |