| Senin, 17 Mei 2004 | SALA |
Toko Terbakar, Pemilik Nyaris Terpanggang
SOLO- Toko kelontong Wignyo, yang berlokasi di depan Hotel Agas Jl dr Muwardi, Badran, Laweyan, Solo, Sabtu malam lalu, terbakar. Kobaran api menghanguskan seluruh dagangan, namun api tidak sampai menjalar ke arah dua bangunan ruko lain, yang berada di sebelah utara. Jumlah kerugian serta penyebab terjadinya kebakaran hingga kemarin belum diketahui. Kejadian tersebut diduga akibat hubungan arus pendek listrik. Pemilik toko, Indar Srikuncoro (49) nyaris terpanggang hidup-hidup, bila dia tidak dibangunkan dua penjual roti bakar, Wardi (35) dan Min (35) yang biasa mangkal di depan toko itu. Sekitar pukul 19.30, saksi melihat ada asap keluar dari dalam toko berlantai dua, yang saat itu sedang tutup. Curiga ada kejadian tak wajar, kedua saksi tersebut lantas membangunkan pemilik toko yang ternyata tertidur pulas di kamar ruko. Indar yang kecapaian sehabis menjaga toko, yang buka 24 jam itu, mengakui waktu itu agak sulit dibangunkan. Dia yang bersitirahat di lantai pertama mengira kedua lelaki tersebut hanya akan mengambil motor yang sebelumnya mereka dititipkan di rukonya, sehingga bunyi suara ketukan pada pintu depan tidak begitu dia hiraukan. "Mungkin saya terlalu capai, sehingga tak mendengar ketika ada orang memanggil saya. Kedua orang itu memang sering menitipkan motor, mereka mengambil kembali ketika akan pulang," kata Indar. Dia menyatakan belum mengetahui dari mana sumber api yang meludeskan dagangannya. Bapak tiga anak itu juga mengaku tidak bisa memerinci jumlah kerugian, sebab selama ini tidak pernah mencatat berapa jumlah dagangan. Semua pekerjaan itu dia lakukan secara tradisional. Nilai total dagangan berkisar Rp 100 juta. "Saya akui, saya tidak pernah melakukan pembukuan dengan baik. Saya hanya kulakan bila dagangan toko sudah habis," katanya. Menurutnya, yang dia tahu pasti, selain uang tunai Rp 2 juta juga tiga buah BPKB serta STNK kendaraan (satu surat mobil dan dua sepeda motor) milik adiknya ikut hangus menjadi abu bersama dagangan pengisi toko. "Surat-surat kendaraan milik adik saya itu habis masa berlakunya, dan rencana akan saya perpanjang Senin. Karena itu, saya taruh di toko tapi tak tahunya ikut terbakar," paparnya Petugas Pemadam Kebakaran baru mampu menguasai api sekitar pukul 21.30 atau dua jam setelah kejadian. Empat unit mobil kebakaran berikut belasan petugas dikerahkan, sementara aparat kepolisian memblokir jalan menuju lokasi yang malam itu dipadati warga yang ingin menyaksikan dari dekat. Kapolresta Surakarta AKBP Lutfi Lubihanto SH mengatakan, dugaan kuat musibah kebakaran yang menimpa toko Wignyo itu akibat arus pendek listrik. "Namun untuk kepastiannya, kami akan mendatangkan Tim Puslabforkrim dari Mabes Polri Cabang Semarang. Tunggu saja hasilnya," tambahnya. (san,G11-80s) |