logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 17 Mei 2004 SALA
Line

Diusulkan, Jajak Pendapat pada Pedagang

  • Soal Pengembangan Pasar Klewer

KOTA- Sampai sekarang belum diketahui secara pasti sikap pedagang atas rencana pengembangan Pasar Klewer. Beragam sikap dari mereka bermunculan, tetapi tidak ada seorang pun yang bisa dianggap mewakili aspirasi seluruh pedagang.

Lantaran itu, Humas Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) Solo, Sunarto mengusulkan agar dilakukan jajak pendapat terhadap sekitar 2.000 pemilik kios berkait dengan rencana tersebut.

"Kalau ingin mengetahui pendapat pedagang yang sesungguhnya, perlu dilakukan polling. Selama ini pedapat yang mengemuka dari salah satu pihak belum bisa dikatakan suara keseluruhan pedagang, sebab masing-masing individu punya pendapat berbeda," kata dia, kemarin.

Dia mengemukakan, dari beberapa pedagang yang dia temui, pendapat mereka terhadap pengembangan bursa tekstil terbesar se-Indonesia setelah Pasar Tanah Abang Jakarta itu sangat beragam.

Hal tersebut disebabkan kepentingan mereka juga berbeda. Lantaran itulah jajak pendapat yang dilakukan pihak ketiga yang tak berkepentingan bisa menjadi salah satu alternatif. Dari proses itu akan diketahui pengembangan seperti apa yang diinginkan pedagang.

Sebagai bagian dari masyarakat, kata dia, pedagang tidak bisa menolak adanya rehabilitasi terhadap pasar yang sudah menjadi kebanggan Solo itu.

Hanya, hal tersebut harus diimbangi sikap Pemkot untuk melibatkan pedagang. Perencanaan terhadap pasar itu perlu adanya transparansi dan sosialisasi pada mereka.

"Dari jajak pendapat itu bisa diketahui, mereka hanya menginginkan tambal sulam, renovasi di beberapa tempat, atau pembangunan total. Proses itu juga suatu bentuk pelibatan pedagang," ungkap dia.

Seperti diwartakan, Pemkot Surakarta berencana membangun Pasar Klewer lantaran kondisinya memprihatinkan. Hal itu dilakukan menyusul adanya surat dari HPPK yang mengeluhkan kondisi pasar tersebut.

Rencananya, pengembangan pasar itu akan dilakukan dengan menggandeng pihak ketiga lantaran APBD tidak memungkinkan untuk membiayai rencana tersebut. Saat ini, Pemkot sedang menunggu persetujuan dari Dewan. Rencana itu sempat memicu keresahan para pedagang (Suara Merdeka,13/5).

Memanggil Pedagang

Sunarto mengatakan, surat yang disampaikan pada Pemkot sebenarnya tidak mengarah pada pembangunan total. Dalam surat itu pedagang menyampaikan kondisi pasar yang memerlukan perhatian dari Pemkot. Pemkot seharusnya memanggil pedagang terlebih dulu untuk mengomunikasikan hal tersebut.

Salah seorang pedagang, Atmanto, mengusulkan sebaiknya pasar sebelah timur saja yang direnovasi. Pertimbangannya di tempat itu banyak keluhan kerusakan. Selain itu konstruksi tempat tersebut lebih buruk dibandingkan dengan yang ada di sebelah barat.

"Kalau ada usulan pengembangan, mungkin aspirasi dari yang sisi barat. Sebab, di sana sering terjadi kerusakan. Kalau dari rasan-rasan saya dengan pedagang, di sisi barat silakan dibangun tapi tempat kami jangan diotak-atik," ujar pemilik kios B 16 itu.(G18-42s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA