logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 17 Mei 2004 PANTURA
Line

23 Kios Baru Akan Hilangkan Trauma Pedagang

KEBAKARAN yang menelan sebanyak 23 kios di kompleks Pasar Pagi Pemalang hingga kini masih meninggalkan trauma bagi pedagang. Bahkan ketika ditawarkan kepada mereka sebuah kios baru masih ada perasaan gamang membelinya. Tetapi akhirnya mau juga kendati masih ada keinginan untuk menawar.

Seperti diungkapkan pedagang warung makan Hartini alias Simbong (42), peristiwa kebakaran Maret lalu masih meninggalkan rasa waswas di hatinya. Makanya dia minta agar kios baru yang dibangun kalau bisa harganya diturunkan. Sebab kerugian material saat kebakaran sebesar Rp 15 juta bagi pemodal kecil seperti dirinya merupakan jumlah yang cukup besar.

''Kerugian akibat kebakaran harus saya cari sendiri gantinya, dan belum lunas sampai sekarang. Dengan adanya kios baru kini saya harus mengeluarkan uang lagi sebesar Rp 11 juta,'' katanya kemarin.

Kerugian Rp 15 juta itu adalah akibat seluruh perabotan warung hangus ludes. Untuk buka warung lagi kini dia sudah menghabiskan uang Rp 4 juta untuk membeli perabotan dapur seperti piring, gelas dan kompor. Belum lagi apabila dilengkapi dengan kipas angin dan majigjer (tempat nasi). Tentunya dana yang dibutuhkan makin besar.

Tetapi keluhan tinggal keluhan. Sebab harga kios kini sudah ditentukan sebesar Rp 11 juta. Menurut Kepala Pasar Pagi Dwi Santoso SIP, harga itu sudah disepakati bersama antara pengembang dengan paguyuban 23 Maret lalu. Untuk meringankan pedagang pembayaran dilakukan secara nyicil.

''Dari harga itu pedagang membayar uang muka Rp 6 juta dengan diangsur sebanyak lima kali. Dimulai dari April hingga Agustus 2004. Sisanya sebesar Rp 5 juta juga diangsur lewat bank,'' ujarnya.

Cukup Strategis

Ketentuan tersebut sudah disepakati bersama. Bahkan kini pedagang sudah mengangsur uang muka selama dua bulan yakni April dan Mei. Sedangkan sisanya sebesar Rp 5 juta kemungkinan lewat Bank Pasar, BRI atau BPD.

Pembangunan kios baru sebanyak 23 unit kini sudah selesai 80 persen. Digarap sejak April lalu. Terdiri berupa kios warung makan sebanyak 21 unit dan dua unit lagi untuk pedagang sembako. Pelaksanaan pembangunannya mendapat bantuan dari Pemkab berupa sarana pendukung. Seperti drainase, jalan paving dan keramik lantai kios.

Apabila Pemkab tidak membantu harganya bisa jauh lebih mahal. Diperkirakan mencapai Rp 12 juta. Namun karena ada bantuan dari Pemkab tersebut harganya menjadi Rp 11 juta. Kalau pedagang menawar Rp 8 juta, hal itu terlalu rendah.

Menurutnya, lokasi kios yang terbakar cukup strategis. Terbukti banyak diminati pedagang. Padahal dulu diperuntukkan untuk los. Tetapi dikembangkan sendiri oleh pedagang menjadi petak kios hingga akhirnya terjadi kebakaran.

Dengan adanya kios baru itu nantinya pedagang akan merasa lebih aman. Karena fisik bangunan berupa dinding bata. Tidak seperti dulu berupa papan yang mudah terbakar. Sehingga trauma pedagang sedikit demi sedikit akan hilang. (Saiful Bachri-20)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA