| Senin, 17 Mei 2004 | PANTURA |
Ditangkap, Wanita Penjual Ayam BangkaiBREBES - Hati-hati dengan tawaran ayam potong berharga murah, bisa-bisa itu ayam bangkai. Seperti yang yang dijajakan seorang pedagang ayam asal Desa Limbangan, Kecamatan Kersana, Brebes. Karena kedapatan menjual ayam bangkai, Ny Timur (33), akhirnya berurusan dengan polisi. Penangkapan terhadap wanita tiga anak itu dilakukan oleh anggota Polsek Kersana setelah menerima informasi dari masyarakat tentang peredaran ayam potong bangkai di desanya. Ag yang bertempat tinggal di desa sebelah, yakni Desa Jagapura, dimintai keterangan polisi karena sudah lama menyuplai ayam bangkai ke sejumlah pedagang ayam. Kedok tersebut terungkap ketika Ny Timur baru saja menerima kiriman 45 ayam potong dari Ag. Dia langsung digiring ke Mapolsek Kersana, sedangkan pensuplai barang hingga kemarin masih dalam pencarian polisi. Ny Timur di depan polisi mengatakan, 45 potong ayam bangkai itu semula akan dijual di Pasar Ciledug, Kabupaten Cirebon, Jabar. Dia membeli dalam bentuk potongan utuh satu ekor Rp 5.000. Kemudian setelah dipotong-potong lagi menjadi delapan bagian, direbus dengan kunyit dan garam. Di pasar Ciledug, Ny Timur bisa menjual per potong kecil seharga Rp 700 - Rp 800. Sebenarnya melihat harga ayam yang murah, pembeli harus curiga. Karena ayam potong yang sehat (bukan ayam bangkai), harga setiap potong Rp 10.000 - Rp 12.000. Namun Ny Timur mendapatkannya cukup dengan Rp 5.000 per potong. Kebutuhan Ekonomi Kepada polisi, wanita berkulit hitam itu mengakui, sebenarnya dia sudah curiga, barang yang dia beli itu bukan ayam normal karena harga per potongnya sangat murah. Namun karena terdesak ekonomi, dia nekat melanjutkan usaha itu. ''Suami saya menjadi pedagang asongan di Tanjung. Pedapatannya tak mencukupi sehingga saya ikut jualan ayam potong,'' tandasnya. Ny Timur mengatakan, dia baru tiga hari melanjutkan usaha dagang ayam itu karena baru saja melahirkan anak ketiganya. ''Anak saya juga masih menyusu. Saya jualan lagi karena kebutuhan ekonomi makin banyak,'' ujarnya sambil terisak menangis. Kepada polisi yang memeriksa, Ny Timur minta agar tidak diperkarakan terlalu jauh, sebab dia harus menanggung kebutuhan anak-anaknya. ''Pak Polisi, saya jangan ditahan ya..., gimana anak saya nanti,'' pintanya sambil sesenggukan. Polisi kemarin juga terus melacak keberadaan Ag, orang yang menyuplai daging ayam bangkai kepada pedagang ayam. Sebab menurut informsai, dia mempunyai beberapa langganan. Untuk memasarkan barang, dia langsung mendatangi rumah pedagang. Dia mengedrop barang, esoknya baru meminta bayaran. Menurut informasi, Ag memperoleh barang dari seseorang yang bertempat tinggal di Ketanggungan, Brebes. Agar lebih jelas, polisi kemarin masih menguber juragan ayam dari Ketanggungan itu untuk dimintai pertanggungjawaban. (wh-20n) |