logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 17 Mei 2004 OLAHRAGA
Line

Sensasi Semarang Berlian

BANDUNG- Memasuki putaran kedua Sampoerna Hijau Pro-Liga diwarnai kejutan-kejutan. Kalau sehari sebelumnya Surabaya Flame yang belum pernah terkalahkan dihajar 0-3 oleh Bandung Telkomsel, semalam giliran Semarang Berlian yang berhasil membuat sensasi di GOR C-tra Arena Bandung, menang 3-2 atas tim Unggulan Jakarta Monas.

Kemenangan 16-25, 25-23, 22-25, 25-20 dan 16-14 merupakan prestasi tersendiri bagi anak-anak asuhan pelatih Sarnam ini, karena selama tampil pada putaran pertama belum pernah menang, dan baru semalam kemenangan diraih.

Tak pelak lagi kemenangan yang cukup dramatis ini disambut suka- cita oleh para pemain, pelatih, dan ofisial saling berpelukan di tengah lapangan, seolah-olah mereka tidak percaya bisa mengalahkan tim yang diperkuat oleh dua pemain asing tersebut.

Hanya hasil semalam belum bisa mendongkrak posisinya dari klasemen sementara, masih pada posisi juru kunci dengan nilai delapan, dari hasil tujuh kali tampil, kalah enam kali, dan sekali menang, karena setiap tim yang kalah masih mendapat nilai satu, menang mendapat nilai dua.

Sementara Jakarta Monas yang kalah juga masih pada posisi semula pada urutan kedua klasemen sementara, dengan nilai 11 sama dengan nilai yang dikumpulkan oleh Surabaya Flame, bedanya Flame baru main enam kali, Monas sudah tujuh kali.

''Peluang menuju semifinal masih belum tertutup, masih ada kesempatan. Mudah-mudahan hasil ini merupakan awal kebangkitan kami, paling tidak pada pertandingan berikutnya Semarang Berlian mulai diperhitungkan lawan,íí tutur Manajer Tim Umbu Puda seusai pertandingan.

Pertandingan itu pun berjalan cukup imbang dan ketat selama lima set, silih berganti dalam pengumpulan angka. Bahkan, di set penentuan, setelah skor imbang 2-2, sempat ketinggalan 9-11 sampai 13-14, akhirnya bisa merangkak dengan pasti sampai terjadi deuce 14-14.

Ketika posisi sama, hanya tinggal mencari selisih dua poin, permainan Jakarta Monas mulai terbaca, serangan lebih banyak bertumpu pada Marcelo Baretto. Smes tajamnya bisa dimentahkan blok-blok rapat, akhirnya pemain asal Brasil itu frustrasi sendiri, setelah unggul 15-14, ditutup dengan 16-14.

"Maklum, kami adalah muka baru di Pro-Liga, sehingga anak-anak merasa punya beban dengan nama besar klub, yang semuanya diperkuat oleh pemain asing, sementara kami tidak. Nyatanya mereka bisa, setelah posisi terjepit,íí aku pelatih Sarnam.(C16,dwi-57t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA