| Senin, 17 Mei 2004 | OLAHRAGA |
Panitia Pelaksana Untung Bersih Rp 3 MJAKARTA - Meskipun tim Indonesia gagal menunjukkan prestasi terbaik, namun Panitia Piala Thomas dan Uber meraup keuntungan bersih sekitar Rp 3 miliar. ''Dari pemasukan sponsor sekitar Rp 20 miliar, panitia berhasil meraih keuntungan bersih sekitar Rp 3 miliar setelah dipotong pembelian hak siaran, pajak, biaya promosi, penyediaan fasilitas siaran dan pengeluaran lainnya," kata Riza Primadi, Wakil Ketua Panitia di Istora Senayan Jakarta, Minggu. Pengeluaran terbesar pihak penyelenggara, dalam hal ini PT Televisi Transformasi Indonesia (TransTV), adalah pembelian hak siar sebesar 800.000 dolar AS (Rp7,2 miliar). "Dari jumlah pemasukan sebesar Rp 20 miliar, separonya berasal dari Bank Mandiri sebagai sponsor utama, lainnya dari CNI, Tora Bika, PT Djarum, minuman mineral 2 Tang, dan Pertamina," kata Riza. Riza mengatakan, pihak TransTV setiap hari rata-rata menyediakan waktu empat jam untuk siaran langsung sehingga banyak juga potensi pemasukan yang hilang akibat siaran langsung itu. "Rata-rata empat jam sehari siaran langsung, jadi banyak juga potensi penghasilan yang hilang karena ada beberapa program yang tidak ditayangkan,'' katanya. Sementara dari penjualan tiket, sampai menjelang malam final Minggu (16/5), panitia berhasil meraih pemasukan Rp 1,02 miliar. Malam yang menghasilkan pemasukan terbesar dari karcis adalah saat semifinal Piala Thomas Indonesia melawan Denmark, yaitu Rp 560 juta. "Tapi target pemasukan dari tiket adalah Rp 2,4 miliar. Seluruh pemasukan dari tiket diserahkan kepada PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia-Red)," kata Riza. Jepang 2006 Sementara pelaksanaan Piala Thomas dan Uber 2004 dianggap sebagai yang terbaik oleh Federasi Bulu Tangkis Internasional (IBF) sepanjang sejarah. Piala Thomas pertama kali digelar pada 1949, Piala Uber pada 1957. Semula kejuaraan digelar setiap tiga tahun sekali. Baru mulai 1984, Piala Thomas dan Uber disatukan pelaksanaannya, dengan periode penyelenggaraan dua tahun sekali. Piala Thomas dan Uber 2006 kembali digelar di Asia, dengan Jepang bertindak sebagai tuan rumah. Penghargaan atas prestasi hebat pada pelaksanaan tahun ini diberikan kepada PBSI maupun panitia penyelenggara. Penghargaan diberikan Presiden IBF Korn Dabbaransi kepada Ketua Umum PB PBSI Chairul Tanjung dan Ketua Panpel G Sulistyanto, sesaat menjelang pelaksanaan final Piala Thomas antara Denmark melawan China, semalam. ''Penghargaan ini tidak hanya bagi PBSI tapi bagi seluruh bangsa Indonesia. Ini membuktikan kepada dunia luar bahwa kita dapat menggelar event bergengsi dengan aman dan tertib,'' ujar Chairul. (D3,tok, ant-57t) |