| Senin, 17 Mei 2004 | OLAHRAGA |
Posisi Persik Masih RawanKENDAL- Setelah menderita kekalahan beruntun dalam dua kali pertandingan akhir di kandang dari lawan-lawannya, Minggu (16/5) kemarin Persik Kendal akhirnya berhasil memetik kemenangan atas PPSM Magelang 1-0. Dengan hasil ini, tim yang dimotori kapten Fatoni tersebut untuk sementara bisa bernafas lega, karena ''menjauh'' dari zona degradasi Divisi II-A PSSI Jateng. Persik masih menyisakan satu pertandingan akhir melawan Persiku Kudus di Stadion Kendal, dan untuk benar-benar lolos dari zona degradasi mereka harus menang. Saat ini, Persik baru mengemas 20 angka, tujuh poin di atas PSIW Wonosobo yang sudah pasti terdegradasi ke Divisi II-B bersama Persekat Tegal yang mundur dari kompetisi. Mereka dua angka di bawah PPSM (22) dan Persebi Boyolali (22), serta tiga poin di belakang Persiwi Wonogiri (23). Sebenarnya, hanya ada dua tim yang akan terdegradasi ke Divisi II-B musim ini, dan itu sudah ''diraih'' oleh PSIW Wonosobo dan Persekat Tegal. Tapi, bisa saja tim lain menyusul degradasi jika nasib apes diderita wakil Jateng yang berlaga di Divisi II Nasional, yakni Apacinti Bawen, Persis Solo dan Persibat Batang. Jika tiga wakil Jateng itu gagal di tingkat nasional dan harus kembali berlaga di Divisi II-A, maka akan ada ''pengurangan'' lagi di Divisi II-A saat ini, dan itu artinya akan ada degradasi. Main Agresif Di bawah dukungan sekitar 2.000 penonton yang memadati Stadion Madya Kendal, jalannya pertandingan antara Persik melawan PPSM Magelang cukup menarik. Sejak peluit dibunyikan wasit Slamet Rahardjo (Solo), kedua kesebelasan sama -sama bermain agresif. Kendati demikian, babak pertama cenderung dikuasai Persik. Sekitar enam peluang tercipta bagi Persik untuk menjebol gawang lawan. Namun, kesempatan demi kesempatan itu tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Persik. Bahkan saat wasit menunjuk titik putih memberi hadiah penalti menit ke-38, gagal dimanfaatkan. Tendangan kapten Fatoni yang terlalu lemah dapat ditepis dengan mudah oleh kiper lawan. Memasuki paro kedua, Laskar Bahurekso makin meningkatkan tempo permainan. Upaya ini membuahkan hasil, setelah striker Budiyono yang mendapat umpan dari lini tengah berhasil menggiring bola hingga ke pertahanan lawan. Pemain bernomor punggung tujuh itu berhasil membobol jala lawan pada menit ke-62. Kedudukan 1-0 untuk kemenangan Persik bertahan hingga peluit akhir berbunyi. PSIR Menang Besar Sementara itu di Stadion Krida Rembang, tuan rumah PSIR mencatat hasil spektakuler ketika mereka melumat hancur tamunya, Persebi Boyolali dengan 12 gol tanpa tanpa balas. Ini merupakan rekor kemenangan terbesar selama kompetisi Divisi II-A digelar musim ini. ''Saya sendiri kaget kok bisa menang segede itu. Saya lihat Persebi jenuh, dan itu sangat menguntungkan kami,'' kata pelatih PSIR Suroso mengomentari kemenangan 12-0 itu. ''Pada saat jeda saja, kami sudah memimpin 5-0. Kalau seluruh peluang yang kami miliki terselesaikan dengan baik hanya separonya saja, kami akan menang lebih dari 12 gol,'' tambah dia. (F3)(G15-77) |