| Senin, 17 Mei 2004 | OLAHRAGA |
Penonton Desak Pelatih DigantiJEPARA - Ambisi Persijap Jepara untuk menutup putaran pertama kompetisi Divisi I PSSI Wilayah Barat dengan happy ending, tidak kesampaian. Tim asuhan pelatih Eddy Santoso itu menuai apes, dikalahkan tim tamu PSIM 1-2 di Stadion Kamal Djunaidi Jepara, Minggu (16/5) sore. Persijap sempat unggul melalui tembakan bebas Arilson de Oliveira menit ke-16, tetapi berhasil disamakan oleh PSIM lewat gol Ugik Sugiyanto (37). Tim tamu berbalik unggul hanya dua menit sebelum pertandingan bubar melalui Thomas Mashala. Itu adalah kekalahan pertama Persijap di kandang. Pada putaran pertama, Persijap mendapat jatah main di kandang enam kali, tetapi hanya tiga partai yang berhasil dimenangkan. Dua kali seri 1-1 (lawan Persema) dan 0-0 (melawan Petrokimia), dan sekali kalah dari PSIM. Sedang lima partai tandang, sekali menang (lawan PSSB Bireuen), sekali seri (lawan Persikad Depok) dan tiga kali kalah. Akibat kekalahan kemarin, penonton marah. Sebagian ada yang melempari bangku pemain dengan air kemasan. Di tribune utara ada yang membakar sampah, sehingga asapnya masuk lapangan. Kiper PSIM yang menempati gawang utara keluar lapangan diikuti kawan-kawannya. Pemain Persijap ikut menyingkir. Wasit Toto Suprapto pun menghentikan pertandingan menunggu kondisi reda. Butuh waktu untuk menghentikan ulah penonton. Ada juga yang mendorong-dorong pagar batas lapangan bagian utara, sehingga nyaris ambruk. Polisi mendekati penonton ke tribune. Lewat pendekatan persuasif, mereka bersedia menghentikan aksinya. Panitia pertandingan dengan menggunakan pengeras suara juga menyampaikan imbauan senada. Akhirnya, pertandingan bisa dilanjutkan, namun skor tidak berubah. Kemenangan tak terduga itu disambut sukacita caretaker pelatih PSIM Maman Abdul Rohman. ''Target kami hanya satu poin, malah dapat tiga, ya senang. Kami bisa melakukan serangan balik, karena Persijap terlalu ofensif sehingga pertahanannya terbuka,'' cetus pelatih yang menggantikan Erens Pahelerang itu. Tak hanya pengurus yang kecewa, penonton pun ada yang menumpahkan kekesalannya dengan mendatangi tempat duduk pemain Persijap. Dengan penuh emosional, mereka minta pengurus mengganti pelatih. ''Pelatih PSIS dipandang kurang berprestasi, diganti. Pengurus juga harus berani mengganti pelatih.'' Sekelompok fans PFC Banaspati yang sepanjang pertandingan tak henti-hentinya membunyikan peralatan musik dan bernyanyi di tribune timur, seusai pertandingan tetap jogetan di tengah lapangan. Hanya saja, syair lagunya mempertanyakan kepada Bupati Jepara mengapa nasib Persijap apes dan kalahan. Bupati Drs H Hendro Martojo yang berada di tepi lapangan bersama Kapolres AKBP Drs Fakhrizal dan sejumlah pejabat tak memberikan respon langsung atas ulah fans. Menunggu Keputusan Manajer tim H Setiyono dan pelatih Eddy Santoso tidak berkomentar saat di lapangan. Keduanya hanya duduk terdiam di bangku pemain. Namun, setelah kembali ke penginapan di Hotel Kalingga, akhirnya diadakan pertemuan antara manajemen dan tim pelatih. ''Kalau diminta evaluasi, menurut saya karena pemain tidak menjalankan instruksi dengan tepat. Namun, saya tidak akan mengorbankan pemain, jadi kekalahan tim adalah tanggung jawab saya selaku pelatih,'' cetus Eddy Santoso. Pensiunan pelatih Diklat Sepakbola Ragunan yang merasa sudah betah di Jepara itu siap menerima apapun keputusan pengurus. ''Jika menurut evaluasi pengurus untuk meningkatkan prestasi tim harus mengganti pelatih, saya siap. Ini semua demi kebaikan Jepara.'' Eddy pun memberikan masukan kepada manajemen, agar dalam evaluasi sekaligus kualitas pemain ikut diperhatikan. ''Dalam menyusun tim yang baik, kita jangan hanya terpengaruh oleh nama-nama pemain yang pernah populer. Sekarang dilihat bagaimana kualitas permainan mereka. Jika memang tidak dapat memberikan kontribusi yang baik bagi tim, jangan sungkan diganti dengan pemain yang baik sesuai kebutuhan.''H Setiyono yang didampingi manajemen tim lengkap belum bisa mengambil keputusan sekarang. ''Kami akan melakukan evaluasi, hasilnya akan disampaikan kepada Pak Ketua Umum Persijap,'' kata Setiyono. Sebab, pengangkatan pelatih dengan keputusan Ketua Umum Persijap Drs H Hendro Martojo MM yang juga Bupati Jepara. Setelah selesai putaran pertama, kompetisi akan istirahat panjang. Sesuai jadwal pertandingan, putaran kedua akan dimulai 10 Juli mendatang, seusai pemilu Presiden dan Wakil Presiden 5 Juli 2004. (kar-77) |