logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 17 Mei 2004 SEMARANG
Line

Rob di Sayung Meluas

DEMAK- Rob di wilayah Desa Bedono, Sayung, Demak, kemarin makin meluas. Sejumlah dukuh, seperti Morosari, Rejosari Senik, Tonosari, Tambaksari, Pandansari, Mondoliko, dan Bedono terjamah rob. Termasuk Dukuh Nyangkringan, Desa Sriwulan.

Genangan air mulai merambah kawasan itu, pukul 15.30 - 19.00. Selain menenggelamkan tanah pekarangan, rob juga masuk di sebagian rumah warga mencapai 20 cm. Rob terparah terjadi di Dukuh Morosari, Tonosari dan Tambaksari, Desa Bedono, Sayung.

Dukuh Morosari, dihuni sekitar 180 KK (800 jiwa). Sedangkan Dukuh Tonosari ditempati 52 KK (160 KK). Kondisi masyarakat kedua pedukuhan itu cukup merana karena hampir tiap hari berurusan dengan rob.

Bahkan warga yang ingin meninggikan atau merehab rumah juga sulit. Karena jalan menuju ke perkampungan itu belum tersedia jalan yang memadai untuk dilewati truk yang bisa mengangkut bahan bangunan. Warga yang ingin mendatangkan bahan bangunan dengan perahu motor. Yaitu dari Desa Sidogemah menuju Jembatan Gonjol atau Senik. Jarak kedua tempat itu sekitar 2 km.

"Jika mengangkut bahan bangunan dengan perahu, biayanya agak mahal. Misalnya muatan pasir ditarik Rp 80.000 per kubik, muatan semen Rp 1.000 per zak. Namun untuk muatan batu belah, biasanya nelayan tidak mau, karena selain cukup berat juga dapat merusak perahu," kata Kepala Dukuh Rejosari Senik, Nurrohman.

Hamdun, Imam Masjid Al-Amin dukuh tersebut juga mengeluhkan soal genangan rob. Susah jika warga muslim hendak menunaikan shalat asar, maghrib dan isya'. Karena air rob mulai datang pukul 15.00 hingga 19.00. (F2-45)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA