| Senin, 17 Mei 2004 | SEMARANG |
Enam Toko Terbakar, Kerugian Ratusan Juta
UNGARAN-Belum lagi tuntas pengusutan kasus kebakaran Pasar Karangjati, warga Ungaran kembali dikejutkan kasus serupa. Kali ini kebakaran menimpa enam toko di Jl Gatot Subroto, Ungaran, tepatnya di depan Pasar Ungaran, pada Minggu pagi (16/5) kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah. Keenam toko yang ludes terbakar itu adalah Toko Jam Cristal, Apotek Jadiwaras, Rental Komputer Diskom, Klinik Pengobatan, Warung Makan Bu Um, dan Toko Tiara Bordir. Atap rumah Fahjri yang berada di belakang bangunan tersebut juga terbakar. Hingga kemarin siang polisi masih memintai keterangan sejumlah saksi mata. Adapun tim Labfor Polri Cabang Semarang langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Menurut sejumlah saksi mata, Minggu (16/5) sekitar pukul 07.15 tiba-tiba muncul percikan api dari Toko Cristal milik Idrus. Tidak lama kemudian api membesar, sehingga menjalar ke bangunan lain yang memang berimpitan. Saat itu kios belum buka karena masih pagi. Biasanya kios buka mulai pukul 08.00. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air menggunakan ember. Namun, tindakan warga itu sia-sia. Sebab, api tidak padam justru bertambah besar. Angin yang berembus ke selatan menyebabkan kobaran api melalap toko di sisi selatan. "Kami langsung menghubungi pemadam kebakaran, karena takut api merembet ke rumah penduduk," kata seorang warga. Tak lama kemudian datang lima mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Petugas pemadam kebakaran tidak mengalami kesulitan memadamkan kobaran api. Hanya dalam waktu sekitar satu jam api dapat dipadamkan. Namun, akibat kebakaran itu arus lalu lintas di lokasi kejadian macet sekitar satu jam lebih. Terjebak Rudi Rinaldo, karyawan Toko Jam Cristal kepada polisi mengaku sebelum kejadian tidur di dalam toko tersebut. Tiba-tiba beberapa jam dinding berjatuhan disertai kepulan asap hitam pekat. Tidak lama kemudian, terdengar suara "kretek-kretek" dari atap bangunan disertai kobaran api. Dalam kondisi panik tersebut dia berusaha mencari posisi rolling door. Namun, karena gelap tidak ditemukan. "Saya lalu berteriak-teriak minta tolong, tetapi tidak ada reaksi dari luar. Saya lalu mencoba memadamkan api, tetapi kobaran makin besar," tuturnya. Melihat api makin besar, karyawan toko itu lalu menjebol plafon kamar mandi yang terletak di bagian belakang toko. Dia berhasil menyelamatkan diri setelah naik ke atap rumah penduduk. Kapolres Semarang AKBP Drs Agus Sukamso MSi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Untuk keperluan itu pihaknya juga meminta bantuan Labfor Polri Cabang Semarang. "Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran itu. Sebab, masih dalam penyelidikan Labfor," katanya. (D14-89k) |