logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 17 Mei 2004 SEMARANG
Line

''Komputer Bicara'' untuk Tunanetra

SIAPA bakal menyangka bahwa Suryandaru, seorang sarjana hukum yang tunanetra, Sabtu (15/5) lalu, berhasil menunjukkan kemahirannya mengoperasikan program komputer MS Word dalam seminar dan workshop ''Komputer Bicara bagi Tunanetra'' di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Meskipun tunanetra, dia dapat mengetik beberapa kalimat tanpa melakukan kesalahan yang cukup berarti. Suryandaru memang tidak pernah bisa ''membaca'' setiap huruf, karena penglihatannya yang terbatas. Dia hanya mampu mendengarkan suara yang membacakan kalimat-kalimat di layar monitor.

Namun, dengan bantuan suara itu pula kini dia bisa mengoperasikan berbagai program, mulai dari MS Word, Excell, Power Point, hingga Microsoft Acces, bahkan mengirim surat kepada kawan-kawannya di luar negeri lewat e-mail. Ya! Berkat ''komputer bicara'' dia dapat memanfaatkan teknologi ini seperti orang normal lainnya.

Komputer bicara (talking computer) sesungguhnya tidak jauh berbeda dari komputer biasa. Bedanya, pada komputer bicara dipasang pembaca layar (screen reader) yang bertugas mengubah tampilan data atau informasi di layar komputer menjadi suara. Alhasil, setiap ikon perintah ditekan, sebuah suara pun terdengar mengeja bacaan sesuai dengan tulisan yang tertera di layar monitor.

Ketika Suryandaru menekan tombol start, sebuah suara dari dalam speaker berbunyi ''start''. Begitu pula ketika dia mulai memilih program lain dalam menu.

''File,... page setup,'' begitu bunyi yang terdengar setiap kali Suryandaru menekan ikon-ikon bertuliskan ''file'', ''page setup'', dan lainnya.

Pada akhir peragaan, dia berhasil menuliskan kalimat Seminar dan Workshop Komputer Bicara bagi Tunanetra. Hadirin yang ada di ruangan itu pun tersenyum dengan raut muka bangga campur haru, sambil bertepuk tangan memberi aplaus kepadanya.

Bukan Halangan

Keberhasilan Suryandaru mengoperasikan komputer menjadi bukti bahwa cacat bukanlah halangan untuk maju. Seperti diungkapkan Gubernur Mardiyanto, kelompok cacat bukanlah beban sosial. Mereka memiliki kemampuan tertentu dan terbukti mampu menjadi penopang ekonomi dan sosial keluarganya.

''Gambaran klasik bahwa kelompok cacat merupakan beban sosial adalah naif dan tidak terbukti,'' tulis Mardiyanto dalam sambutan yang dibacakan Kaur Kesra Pemda Jateng Dr Suwilan Wisnu Yuwono. ''Kecacatan bukanlah kendala untuk mengembangkan diri dan prestasi,'' tegas dia.

Memulai sebuah usaha untuk maju barangkali memang bukan pekerjaan mudah. Sebagai wadah bagi tunanetra, DPD Pertuni Jateng berusaha mengajak perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan kepada anggotanya.

''Upaya ini sudah kami lakukan sejak 1992, tetapi baru bisa terwujud empat tahun yang lalu,'' tutur Chairudin P Siregar, Ketua DPD Pertuni Jateng. Penguasaan komputer, kata Chairudin, diharapkan dapat mengurangi diskriminasi terhadap para tunanetra.

''Penyandang cacat sesungguhnya memiliki hak yang sama, termasuk dalam dunia kerja,'' tandasnya.

Melalui penguasaan komputer, lanjut dia, para tunanetra diharapkan dapat mengembangkan berbagai profesi seperti penulis, sekretaris, bahkan akuntan.

Namun demikian, seperti diungkapkan Edy Mulyanto SSi, selain tersandung kendala dana, program komputer bicara juga masih harus diperbaiki. Menurut Edy yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik Udinus ini, pelafalan bunyi pada program komputer bicara masih harus diperbaiki.

''Pelafalan akan lebih mudah jika bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia,'' katanya. Sebab, selama ini dalam program tersebut masih menggunakan bahasa Inggris, sehingga para tunanetra sering kesulitan membedakan beberapa huruf seperti b dan d, atau e, a, dan i.

Sebagaimana deketahui, pelafalan huruf dalam bahasa Inggris berbeda dari pelafalan dalam bahasa Indonesia.

Sementara itu, Rektor Udinus Ir Edi Nursasongko MKom menegaskan pelatihan komputer bicara bagi para tunanetra dilakukan sejak tahun 2000. Sebagai lembaga pendidikan, Udinus bekerja sama dengan DPD Pertuni Jateng untuk memajukan pendidikan bagi kaum cacat sekaligus melakukan fungsi sosial. (Ninik D-45k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA