| Senin, 17 Mei 2004 | SEMARANG |
Soal Pendidikan, Indonesia Juru KunciSEMARANG- Berdasarkan berbagai indikator ekonomi dan sosial, Indonesia selama satu dekade terakhir belum pernah beranjak dari kebangkrutan. Laporan Human Development Index (HDI) baru-baru ini menyebutkan, Indonesia mengalami penurunan mutu hidup dan kualitas pendidikan. ''Dari enam negara Asia, Indonesia menduduki peringkat keempat,'' kata Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Dr H AT Soegito SH MM, di sela-sela ''Seminar Nasional Strategi Pemberdayaan Pemuda'' di kampus Sekaran, Gunungpati, Sabtu (15/5). Soegito mengatakan, poin Indonesia hanya 104 pada tahun 1995 dan terus menurun menjadi 109 pada tahun 2000, 110 tahun 2002, dan 112 pada tahun ini. ''Saat ini Indonesia masih di bawah Thailand, Malaysia, dan Filipina,'' katanya. Di Bawah Korea Kualitas pendidikan Indonesia juga tidak lebih baik. Dari 12 negara di Asia, Indonesia menempati juru kunci, di bawah Korea, Singapura, Jepang, Taiwan, India, China, Malaysia, Hong Kong, Filipina, Thailand, dan Vietnam. ''Hal ini disebabkan konflik horizontal dan vertikal masih sering terjadi dan tingkat korupsi Indonesia menduduki peringkat ke-5 di dunia,'' katanya. Dalam seminar itu, Mendiknas Prof Drs Malik Fajar MSc, Wakil Gubernur Drs Ali Mufiz MPA, dan anggota DPR Dr Marwah Daud Ibrahim urung hadir sebagai pembicara. Tampil sebagai pembicara dalam seminar tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Drs Subagyo Brotosedjati MPd, Drs Darmanto Jatman SU, dan Dr Nugroho MPsi. Seminar dihadiri anggota DPR, kepala subdinas pendidikan luar sekolah se-Indonesia, forum pemuda se-Indonesia, tokoh pemuda Jateng, aktivis, BEM, dan tokoh masyarakat Jateng. (wid-89i) |