| Senin, 17 Mei 2004 | SEMARANG |
Wajah-wajah Baru Anggota DPRD Kota (28)Dapat Berkah karena NgalahMASUKNYA pria ini ke Gedung DPRD Kota Semarang sebagai wakil rakyat periode 2004-2009, sepertinya merupakan obat kekecewaannya pada Pemilu 1999. Setelah ngalah pada aturan partai, sehingga urung menjadi anggota DPRD Kota periode 1999-2004 padahal kursi DPRD Kota sudah di genggamannya, FX Basuki Rahardjo akhirnya menerima berkah dari sikap legawa tersebut. Pada Pemilu 2004 ini, kesempatan untuk duduk sebagai wakil rakyat datang juga. Dia ditetapkan sebagai anggota DPRD Kota periode 2004-2009 oleh KPU Kota Semarang. Setelah hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2004, PDI-P di DP Semarang 5 (Gunungpati, Banyumanik, Gajahmungkur) memperoleh suara yang cukup signifikan untuk meraih dua kursi. Salah satu kursi tersebut diraih pria yang sehari-hari berprofesi sebagai guru di SMP Mardi Rahayu, Ungaran ini. Setelah resmi dilantik sebagai anggota DPRD, salah satu yang akan diperjuangkannya tak jauh dari pekerjaan yang diembannya, yakni masalah pendidikan. ''Saya ingin memperjuangkan peningkatan anggaran pendidikan di Kota Semarang yang selama ini masih kecil pengalokasiannya,'' kata pria yang tinggal di Jl Kalipepe IV-23 Pudakpayung, Semarang ini. Menurut pria kelahiran Semarang 1963 ini, sampai sekarang anggaran pendidikan di Kota Semarang tak seimbang dan masih minim. Beberapa kekurangan yang selama ini dia amati adalah masalah honor bagi guru yang tak merata dan dana pembangunan sekolah yang kecil. Karena anggaran pendidikan yang disediakan oleh pemerintah minim, lanjutnya, setiap tahun pelajaran baru atau penerimaan murid baru, sekolah menentukan uang gedung/uang pengembangan dengan jor-joran. Akibatnya membebani orang tua murid. ''Fenomena ini sering muncul,'' tandas suami dari Vincentia Risniyati ini. Dengan demikian, menurutnya, stimulans dana pembangunan sekolah perlu ditambah meski selama ini sudah ada dana kontingensi dari Pemerintah Kota. Dampak dari biaya sekolah yang mahal, muncul masalah-masalah sosial seperti anak jalanan. Di sisi lain, pemerintah belum mampu menyediakan dana kesejahteraan sosial untuk mengentaskan anak jalanan itu. Sumber dana cukup banyak untuk disisihkan guna kepentingan itu. ''Meski hasil banyak yang masuk kurang, sehingga dia menyarankan perlu kontrol dana yang masuk ke Pemkot seperti dana dari sektor retribusi pasar dan parkir,'' papar Ketua PDI-P Kecamatan Banyumanik ini. (Jamal Al Ashari-45k) |