logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 17 Mei 2004 KEDU & DIY
Line

Larung di Sedekah HUT Dewi Penguasa Laut

KEBUMEN - HUT Makco Thian Siang Seng Boo (Dewi Penguasa Laut), kemarin diperingati dengan larung di Pantai Petanahan, Kebumen. Kegiatan diikuti 17 kelenteng, dilanjutkan kirab di dalam Kota Kebumen.

Acara dimulai sekitar pukul 05.30 dari tempat ibadat (kelenteng) Kong Hwe Kiong, Jl Pramuka. Rombongan menggunakan puluhan mobil pribadi dan bus wisata bergerak menuju Pantai Petanahan. Selanjutnya mereka masuk ke lokasi ritual di Punden Pandankuning.

Mulai pukul 06.30, acara ritual dimulai dengan menempatkan sekitar 14 Kim Si (arca) dari berbagai kelenteng. Sekitar satu setengah jam acara ritual pemujaan doa dan sembahyang berlangsung di Punden Pandankuning. Di tengah-tengah ritual, Bupati Kebumen Dra Hj Rustriningsih MSi hadir didampingi Camat Petanahan Drs Eko Widianto, dan Kasubdin Pariwisata Noer Sugiri SSos.

Bupati diterima sesepuh keturunan Tionghoa Kebumen Tan Handoko dan tokoh masyarakat antara lain Bobyn Soebiyanto, Sugeng Budiawan, Henry Cristanto, Chriswanto Hidayat, dan Ketua Panitia HUT Drs Yunarto Arief.

Sementara itu, masyarakat pengunjung objek wisata sabar menunggu acara larung atau sedekah laut. Sedekah dipimpin Drs RNg Sarwodadi Ngudiyono Hadiprojo, Ketua Paguyuban Cahya Buana Srandil, Adipala, Cilacap. Hingga siang hari masyarakat pelancong berdatangan ke pantai wisata tersebut.

Dilarung

Setelah acara ritual dan sembahyang di pelataran Pandankuning selesai, sesaji antara lain pisang raja, kembang, dupa, dan degan ijo (kelapa muda), dibawa ke tepi laut. Sebelumnya, dilakukan doa dipimpin RNg Sarwodadi. Saat doa itulah segenap peserta ritual tekun duduk di tepi pantai.

Beberapa saat kemudian semua sesaji sederhana itu dibawa ke tepi pantai untuk dilarung bersama. Berhubung ombak laut selatan cukup besar, begitu larungan selesai, masyarakat diimbau segera mundur dari bibir pantai.

Ketua Panitia Drs Yunarto Arief mengaku puas. Dia menjelaskan, inti kegiatan tersebut adalah saling beranjangsana Dewi Penguasa Laut Utara dan Ratu Kidul sebagai penguasa Samudera Indonesia. Sehabis larung, Barongsai segera tampil menghibur masyarakat.

Sugeng Budiawan menambahkan, ritual itu merupakan perpaduan dua budaya yang perlu dilestarikan sekaligus sebagai kalender wisata. ''Kami mendapat dukungan penuh dari Bupati dan Dinas Pariwisata agar kegiatan ini ditradisikan tiap tahun,'' jelas Sugeng.

Setelah sembahyang bersama dan sedekah laut dilanjutkan Gya Ang atau kirab. Kirab dimulai dari Alun-alun Kebumen dengan pertunjukan seni Barongsai mengelilingi jalan-jalan protokol kota Kebumen.(B3-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA