logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 17 Mei 2004 INTERNASIONAL
Line

Sonia Mungkin Dilantik Rabu Lusa

NEW DELHI - Sonia Gandhi, perdana menteri terpilih India, dan pemerintahan barunya kemungkinan akan dilantik Rabu lusa. Kemungkinan tersebut terbuka lebar, setelah dia mendapatkan dukungan penting dari sekutu dan mitra baru, Minggu kemarin. Demikian dikatakan para pejabat Partai Kongres.

Sonia yang kelahiran dan berdarah Italia, akan menemui Presiden Abdul Kalam, Senin ini. Dia akan membawa surat-surat tanda dukungan tertulis dari beberapa partai.

Partai Kongres yang dipimpin Sonia, janda mendiang PM Rajiv Gandhi, mengalahkan partai nasionalis Hindu, BJP (Bharatiya Janata Party), pada pemilu pekan lalu. Dengan kemenangan itu, tersingkirlah pemerintahan BJP.

Partai-partai berhaluan kiri, yang meraih 60 lebih kursi lewat pesta demokrasi terbesar di dunia itu, telah berjanji mendukung Sonia. Tetapi, partai-partai tersebut belum memutuskan, apakah akan bergabung secara resmi dalam koalisi Sonia atau mendukung namun tidak ikut dalam pemerintahannya.

Partai-partai kiri itu juga membahas kebijakan bersama ekonomi, dengan harapan dapat memberikan jaminan kepada para investor bahwa mereka bukanlah ancaman bagi pasar.

Jaminan seperti itu penting, sebab nilai rupee dan harga-harga saham anjlok Jumat lalu, saat mengetahui partai-partai berhaluan komunis meraih kursi cukup banyak di parlemen beranggotakan 545 orang tersebut.

Perundingan Alot

Partai Kongres telah mendapatkan cukup dukungan dari sekutu-sekutunya, yang menjamin Sonia bakal menjadi PM berikutnya, sekaligus PM pertama negeri itu yang bukan berdarah asli India.

Sonia juga bakal jadi orang keempat dalam dinasti Nehru-Gandhi yang memimpin India, setelah Jawaharlal Nehru, Indira Gandhi, dan Rajiv Gandhi. Indira (mertuanya) dan Rajiv sang suami, tewas dibunuh masing-masing oleh militan Sikh dan militan Tamil.

Sekalipun berhasil menyingkirkan PM Atal Behari Vajpayee dan BJP, Partai Kongres tidak menguasai suara mayoritas dalam parlemen. Dan Sonia saat ini sedang melakukan perundingan alot untuk menetapkan bentuk dan skala pemerintahan koalisinya nanti.

Sejauh ini, kelompok kiri masih terpecah. Maklum, di tingkat negara bagian sejumlah kelompok komunis bertentangan secara langsung terhadap Partai Kongres.

Padahal, dukungan mereka amat penting bagi Sonia. Kelompok kiri paling terkemuka, Communist Party of India (CPI), mempunyai kursi paling banyak - di parlemen - di kalangan patai-partai kiri.

Dengan perolehan 43 kursi, Partai Komunis India berada di urutan ketiga terbesar setelah Partai Kongres dan BJP.

Partai Kongres telah berjanji akan meneruskan program reformasi yang telah dijalankan oleh pemerintahan BJP, khususnya dalam bidang modernisasi perekonomian.

Kemenangan Sonia bukan saja merupakan kebangkitan kembali partai tertua di India tersebut, tetapi juga dinasti Nehru-Gandhi. Rahul dan Priyanka, putra-putri Sonia-Rajiv, juga sukses dalam pemilu.

Rahul Gandhi dengan mudah mendapatkan kursi parlemen, sementara Priyanka - walaupun tidak mencalonkan diri menjadi kandidat - sukses dalam kampanye untuk memenangkan Partai Kongres.

Secara keseluruhan, dinasti Nehru-Gandhi telah memerintah 35 tahun dari 57 tahun usia negara India (sejak mendapat kemerdekaan dari penjajah Inggris pada 1946). (rtr-ed-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA